>

May Day, Buruh Jateng Bagi 3.000 Masker Kain dan Sembako

  Jumat, 01 Mei 2020   Fitria Rahmawati
Buruh Jawa Tengah Menolak Revisi UU Ketetenagakerjaan di depan gedung DPRD Jawa Tenga, Rabu (2/10/2019). (Ayosemarang.com/Kemmy Wijaya)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Peringatan hari buruh (May Day), 1 Mei, tak menghalangi para buruh di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang untuk tetap beraksi. Pagi ini, Jumat (1/5/2020), mereka membagikan masker kepada pengendara di Jalan Pahlawan dan sekitarnya.

Koordinator Umum Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang), Nanang Setyono mengatakan, selain membagikan masker kain, pihaknya ikut membagikan sembako kepada para buruh yang kadung terkena PHK.

"Kita akan membagikan 3.000 masker untuk membantu pemerintah mencegah penyebaran Covid -19. Kami juga akan membagikan sembako hasil kerja sama Aliansi Gerbang dengan Polda Jateng dan juga Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Jateng," ucap Nanang kepada Ayosemarang.com, jaringan AyoMedia, Kamis (30/4/2020).

AYO BACA : May Day, KSPN Jateng Sebut Gelombang PHK Kian Dramatis

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Jateng itu menegaskan, meski Ramadan tengah berlangsung pandemi virus corona, pihaknya tetap melaksanakan prosedur keamanan yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Itu juga tidak menjadi penghalang mereka untuk tetap menyuarakan perjuangan para buruh yang kini kian terjepit karena wabah corona.
"Ada banyak seruan dan tuntutan dari kami. Kami ingin masalah wabah ini diperhatikan serius, karena gelombang PHK masih terus bermunculan, dan itu semakin membebani semua pihak," ujarnya.

Nanang meminta kepada pemerintah untuk serius membatalkan omnimbus law, karena keinginan buruh yang sesungguhnya dalah pembatalan, bukan penundaan. Ia juga meminta agar ada payung hukum yang tegas terhadap buruh agar tidak ada lagi gelombang PHK.

AYO BACA : 3 Tuntutan Buruh di May Day Hari Ini

"Apabila ada penghentian operasional perusahaan karena sulit bahan baku, atau sulit menjual hasil produksi, maka merumahkan sementara waktu bisa jadi solusi. Dirumahkan lebih baik ketimbang kena PHK," kata Nanang.

Nanang juga menyoroti soal perlindungan buruh dari virus corona yang masih kurang diperhatikan perusahaan.

Pasalnya, pabrik yang masih beroperasi memaksa mereka untuk tetap berkumpul dengan ratusan, bahkan ribuan teman kerja di pabrik. Masalahnya, mereka setiap datang atau berangkat kerja berasal dari berbagai daerah yang memungkinkan bisa mebawa virus.

"Kami meminta agar Pemerintah memberikan bantuan pangan bagi buruh yang dirumahkan karena dampak Covid-19 . Kami juga mendorong agar Pemerintah melindungi dan memberikan suport penuh kepada paramedis kita yang menjadi garda terdepan dan terakir dalam menangani kasus corona," tandasnya.

AYO BACA : Dampak Covid-19, Ribuan Pekerja di Lebak Dirumahkan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar