>

Larangan Mudik, Polres Tegal Kota Antisipasi Modus Perjalanan Estafet

  Jumat, 01 Mei 2020   Budi Cahyono
Kasatlantas Polres Tegal Kota, AKP Bakti Kautsar Ali memeriksa KTP pengendara yang melintas saat penyekatan di Terminal Tegal, Senin (27/4/2020). (Ayotegal.com/Lilisnawati)

TEGAL, AYOJAKARTA.COM – Setelah pemerintah menerapkan larangan mudik, berbagai macam modus dilakukan pemudik untuk bisa pulang ke kampung halaman. Di antaranya, menggunakan agen travel gelap, ngumpet (sembunyi) di dalam truk, melakukan perjalanan estafet dan lain sebagainya.

Seperti yang ditemukan anggota Satlantas Polres Tegal Kota saat melakukan penyekatan di Terminal Tegal. Kota Tegal menjadi salah satu kota tersibuk di Jawa Tengah untuk menyekat para pemudik nekat yang masuk ke Jawa Tengah dari Jakarta maupun Jawa Barat.

Dalam penyekatan itu, petugas mendapati bus dari Cirebon yang membawa sejumlah penumpang yang diduga pemudik. Kasatlantas Polres Tegal Kota, AKP Bakti Kautsar Ali mengatakan, untuk mengantisipasi adanya modus-modus baru, pihaknya melakukan penyekatan pemudik dengan selektif.

AYO BACA : Larangan Mudik, Polisi di Tegal Razia Kendaraan dari Jakarta dan Jawa Barat

Utamanya kendaraan yang bernomor polisi dari luar kota, seperti Jakarta dan Jawa Barat. "Setiap kendaraan dari luar kota, kita lakukan pengecekan KTP, tujuannya kemana, dan asal keberangkatan dari mana," katanya, Jumat (1/5/2020).

Terkait banyaknya modus yang dilakukan pemudik, kata Bakti, di Tegal Kota belum mendapati modus pemudik dengan ngumpet di dalam truk, kontainer atau semacannya. Namun, pihaknya hanya mendapati modus perjalanan estafet. "Paling modusnya pemudik melakukan perjalanan estafet antar kota. Rata-rata yang masuk ke Tegal, itu lewatnya dari jalur Cirebon," ungkapnya.

Menurutnya, pemudik sengaja turun di suatu kota, kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus.

AYO BACA : Larangan Mudik, Cuma Kendaraan Ini yang Bisa Melintas

"Kemarin kita temukan bus dari Cirebon yang bawa penumpang, dan elf dari Indramayu. Kita langsung minta putar balik," ucapnya.

Bakti mencatat, sampai dengan saat ini, sudah ada 35 kendaraan yang diminta untuk putar balik. Jumlah tersebut terdiri, mobil pribadi yang tujuannya mudik, bus membawa penumpang dari Cirebon, Elf dari Indramayu dan lainnya.

Ia mengungkapkan, yang perlu diwaspadai adalah saat menjelang Lebaran. Dirinya memprediksi, banyak pemudik yang menggunakan sepeda motor. Meski demikian, pihaknya akan mengupayakan pengetatan penyekatan menjelang Lebaran.

"Saya harap masyarakat yang ada di perantauan agar nurut dan patuh terhadap imbauan dari pemerintah. Ini supaya kita semua selamat dari penularan virus corona. Jadi mohon untuk tidak mudik," ujarnya. (Lilisnawati)

AYO BACA : Kemenhub Yakin Sudah Tutup Semua Jalan Tikus

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar