>

Pakar Transportasi: Pandemi Covid-19, Transportasi Umum Jangan Sampai Gulung Tikar

  Sabtu, 02 Mei 2020   Budi Cahyono
[Ilustrasi] Terminal Cicaheum, Jendral Ahmad Yani, Kota Bandung, menutup layanan operasional keberangkatan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), Rabu (29/4/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Pandemi Covid-19 saat ini memberi dampak pada pengusaha transportasi umum harus menjadi perhatian pemerintah.

Djoko Setijowarno, pakar transportasi Semarang mengatakan, perlunya dukungan dan kebijakan dari pemerintah dalam rangka penyelamatan sektor transportasi.

Tujuannya, agar tidak ada satu pun perusahaan angkutan umum berbadan hukum yang gulung tikar nantinya.

"Karena jika demikian, yang rugi juga kelak pemerintah jika banyak perusahaan transportasi umum yang terpuruk. Bisnis transportasi umum harus diselamatkan," ujarnya.

Djoko menyebut, data produksi sektor transportasi yang dikumpulkan Kementerian Perhubungan, menunjukkan pada masa pandemi Covid-19 selama Februari – Maret 2020 mengalami penurunan untuk semua moda transportasi umum.

Beberapa stimulus yang bisa dilakukan pemerintah, seperti untuk transportasi darat angkutan orang, seperti, relaksasi pembayaran kewajiban pinjaman kepemilikan kendaraan kreditur anggota Organda.

Lalu kebijakan penundaan pemungutan pajak, pembebasan pembayaran PKB (pajak kendaraan bermotor) dan retribusi  lain di daerah, bantuan langsung kepada karyawan dan pengemudi perusahaan angkutan umum, dan lainnya.

"Untuk mengirim sembako bagi warga tidak mampu, pemerintah tidak hanya kerjasama dengan PT Pos Indonesia dan perusahaan aplikasi transportasi. Ajaklah juga Organda untuk mengirim sembako itu, supaya perusahaan transportasi umum tidak makin terpuruk," katanya.

Menurutnya, data Direktorat Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, saat ini terdaftar 346 perusahaan bus antar kota antar provinsi (AKAP), 56 angkutan travel atau antar jemput antar provinsi (AJAP) dan 1.112 perusahaan bus pariwisata.

"Di mana untuk angkutan jalan, data dari terminal penumpang bus seluruh Indonesia ada penurunan keberangkatan sebesar 17,24 persen dan kedatangan 22,04 persen," ucapnya.(Vedyana)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar