--> -->

Ramai Tagihan Listrik Membengkak 50 Persen, PLN Rilis Penjelasan

  Minggu, 03 Mei 2020   Widya Victoria
Akun Instagram PLN diserbu pelanggan (Instagram)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Ramai beredar di media sosial akhir-akhir ini keluhan masyarakat tentang tagihan listrik golongan 1.300 kV ke atas.

Keluhan ini bermunculan sejak keputusan pemerintah memberikan insentif berupa gratis tarif listrik untuk pelanggan 450 VA dan diskon 50 persen untuk pelanggan 900 VA.

Pelanggan PLN heran tagihan pada bulan April lalu membengkak dari biasanya. Bahkan dua hingga tiga kali lipat.

Salah satu akun PLN di Instagram, sejak tadi malam, terpantau masih diserbu para pelanggannya. Rata-rata mempertanyakan lonjakan tagihan listrik di masa pandemi ini. 

Banyak pihak menduga, PLN sengaja menaikkan tarif golongan 1.300 kV ke atas untuk subsidi silang. 

"Halo min, kenapa tagihan listrik saya naik 2 kali lipta? Padahal pemakaian elektronik sudah dikurang2in. Ini yang dinamakan subsidi silang min? Ngorbanin yang nggak disubsidi? Nggak semua yang kurang mampu yang terdampak min, semuanya terkena min," tulis akun Sativa_kids pada kolom komentar akun pln_id. 

Tak jauh beda dikeluhkan akun hayanitikromo. "Tagihan listrik membengkak sampe 50% pdhl pemakaian wajar seperti biasa. Krn sebelum wabah jg udh dirumah aja kerjanya. Gak ada WFH wFHan," tulisnya.

"Lahhh, sya pikir sya aja yg naik, ternyta jug yg naik. 5tahun tinggal disini, bulan ini tertinggi tagihannya... pengin gulung" rasanya...mana pandemi lagi... ya Allah.. padahal...," keluh akun aisha_almaira_putri. 

Sementara itu, melalui keterangan tertulisnya, PLN memastikan tarif dasar listrik seluruh golongan tarif tidak mengalami kenaikan, termasuk rumah tangga daya 900 Vlt Ampere (VA) Rumah Tangga Mampu (RTM) dan di atasnya. 


Seperti diketahui penetapan tarif dilakukan tiga bulan sekali oleh pemerintah. Untuk tarif April hingga saat ini dinyatakan tetap, yakni sama dengan periode tiga bulan sebelumnya.

“Kami pastikan saat ini tidak ada kenaikan listrik, harga masih tetap sama dengan periode tiga bulan sebelumnya. Bahkan sejak tahun 2017 tarif listrik ini tidak pernah mengalami kenaikan,” tutur Executive Vice President Corporate Communcation and CSR, I Made Suprateka di Jakarta, Minggu (3/5/2020).
Menurut Made, adanya peningkatan tagihan rekening listrik pada pelanggan rumah tangga lebih disebabkan oleh meningkatnya penggunaan masyarakat akibat adanya pandemi virus corona yang membuat masyarakat banyak melakukan aktivitas di rumah. 

“Kami memahami di tengah pandemi ini, kebutuhan masyarakat akan listrik bertambah. Peningkatan penggunaan listrik sangat wajar terjadi dengan banyaknya aktivitas di rumah. Biasanya siang hari tidak ada aktivitas, saat ini kita harus bekerja dari rumah, otomatis penggunaan bertambah, misalnya untuk laptop dan pendingin ruangan,” tambah Made.

Untuk membantu masyarakat menghadapi pandemi virus corona, PLN telah menjalankan keputusan pemerintah untuk memberikan stimulus berupa pembebasan tagihan rekening listrik pelanggan rumah tangga daya 450 VA, pelanggan bisnis dan industri kecil daya 450 VA. Serta potongan tagihan sebesar 50% untuk pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi. 

Sebagai upaya mencegah penyebaran wabah virus corona atau Covid-19, PLN juga telah menangguhkan sementara proses pencatatan dan pemeriksaan stand meter bagi pelanggan pasca bayar.

Sebagai gantinya, untuk mulai rekening bulan Mei 2020, PLN telah menyiapkan layanan melalui WhatsApp terpusat bagi pelanggan yang ingin melaporkan angka stan dan foto kWh meter. 

Pelanggan pascabayar dapat mengirimkan angka stan kWh meter melalui layanan WhatsApp terpusat PLN dengan nomor 08122 123 123. Pelaporan angka stan meter dapat dilakukan oleh pelanggan sesuai tanggal pencatatan meter masing-masing pelanggan yang akan diinformasikan pada awal proses pelaporan mandiri melalui WhatsApp.  

Laporan dari pelanggan tersebut nantinya akan menjadi dasar perhitungan tagihan listrik pelanggan setiap bulannya. Sementara, bagi pelanggan yang tidak melaporkan angka kWh meter, dasar perhitungan tagihan listrik akan menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian listrik selama tiga bulan terakhir.

Adapun besaran tarif yang berlaku saat ini sebagai berikut:

Tarif untuk tegangan rendah sebesar Rp1.467/kWh.
Tarif untuk R-1/900 VA RTM sebesar Rp1.352/kWh.
Tarif untuk tegangan menengah sebesar Rp1.115/kWh.
Tarif untuk tegangan tinggi sebesar Rp997/kWh.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar