Lima Kepala Daerah se-Wilayah Cirebon Sepakat soal PSBB, Ini Penjelasannya

  Senin, 04 Mei 2020   Budi Cahyono
Pertemuan lima pimpinan daerah se-Wilayah Cirebon terkait penerapan PSBB (ist)

MAJALENGKA, AYOJAKARTA.COM -- Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan diterapkan di Wilayah Cirebon Rabu (6/5/2020).

Dalam sebuah pertemuan di Kantor Bupati Majalengka, lima pemimpin dari lima daerah di Wilayah Cirebon menyepakati beberapa hal yang terfokus pada mobilitas daerah perbatasan dan kebijakan umum lain.

Kelima daerah itu masing-masing Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan.

Bupati Majalengka, Karna Sobahi membeberkan, mobilitas dibolehkan dilakukan sejumlah kelompok, di antaranya aparatur sipil negara (ASN) yang menjalankan tugas, pekerja, maupun para petani. 

"Untuk kendaraan pengangkut bahan pangan dan ambulans dibolehkan keluar masuk daerah perbatasan," ujarnya seusai pertemuan pada Minggu (3/5/2020) malam.

AYO BACA : Riset Sebut PSBB Jakarta Kurangi Penularan Corona

Selama PSBB diberlakukan, para pemudik yang keluar masuk akan diperiksa petugas di posko perbatasan.

Sementara, kebijakan operasional pasar tradisional diserahkan kepada kota/kabupaten masing-masing, dengan alasan setiap pasar memiliki waktu operasional berbeda.

"Untuk minimarket dan mall buka pukul 08.00 WIB sampai pukul 18.00 yang berlaku se-Wilayah Cirebon," tambahnya.

Terkait agenda ibadah pada bulan Ramadan, sambungnya, tetap mengacu pada imbauan Kementerian Agama RI. Salat Idulfitri dan ziarah kubur ditiadakan.

Ibadah salat Jumat diganti dengan salat Zuhur sebab rentan dan berisiko penyebaran virus SARS-CoV-2 sebagai penyebab penyakit menular Covid-19.

AYO BACA : PSBB Surabaya Mulai Selasa, Ini Aturan yang Wajib Ditaati

"Kasus positif Covid-19 di Majalengka lebih karena impor (imported fase), artinya mereka yang terpapar memperoleh virus dari daerah lain," tuturnya.

Penerapan PSBB secara teknis oleh tim gabungan, masing-masing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tiap daerah, kepolisian, TNI, serta para instansi teknis terkait.

Dia memastikan, seluruh kepala daerah di Wilayah Cirebon tak menghendaki perkembangan kasus Covid-19, bahkan terulang kembali. Karena itu, diperlukan pencegahan dini.

Kesepakatan itu sendiri dicapai lima pemimpin daerah yang terdiri dari Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat, Bupati Majalengka, Karna Sobahi, dan Bupati Kuningan, Acep Purnama.

Mereka berharap penerapan PSBB berjalan efektif, terkendali, dan berhasil.

"Kebijakan ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang dampaknya luar biasa. Semoga wabah ini segera berakhir," tegas Karna.(Erika Lia)

AYO BACA : Tiga Wilayah Jatim Akan Terapkan PSBB

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar