Kabupaten Bogor Tetapkan Sukaraja Jadi Zona Merah Covid-19

  Sabtu, 09 Mei 2020   Fitria Rahmawati
Kondisi terkini virus corona di Kabupaten Bogor. (covid-19.bogorkab.go.id)

BOGOR, AYOJAKARTA.COM - Terdapat warganya yang positif Covid-19, Kabupaten Bogor menambah wilayahnya menjadi zona merah kasus Covid-19. Kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor Jawa Barat menetapkan Kecamatan Sukaraja sebagai zona merah virus corona Covid-19. Itu setelah ada warganya yang berdomisili di wilayah tersebut dinyatakan positif terinfeksi oleh tim dokter.

"Hari ini empat orang terkonfirmasi positif, satu di antaranya perempuan usia 44 tahun asal Kecamatan Sukaraja," kata Bupati Bogor Ade Yasin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/5/2020).

Dengan demikian, 19 kecamatan di Kabupaten Bogor yang masuk dalam zona merah Covid-19, sesuai domisili masing-masing pasien Covid-19.

Dari 19 kecamatan, Gunung Putri merupakan wilayah dengan pasien Covid-19 terbanyak, yakni 31 orang. Kemudian wilayah terbanyak kedua yaitu Kecamatan Cileungsi, 21 orang.

AYO BACA : Update Corona 9 Mei 2020: 553 Kasu Baru Positif Covid-19

Selanjutnya Kecamatan Cibinong 20 orang, Kecamatan Bojonggede 16 orang, Gunung Sindur 4 orang. Wilayah Citeureup, Tamansari, Ciampea, Babakan Madang, dan Kemang masing-masing 3 orang. Selanjutnya Tajur Halang, Ciomas, dan Jonggol masing-masing 2 orang. Kemudian Parung, Ciawi, Leuwisadeng, Caringin, dan Sukaraja masing-masing 1 orang.

Sementara, dari total 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor, ada dua kecamatan yang dinyatakan masih bebas indikasi penyebaran Covid-19.

"Kecamatan yang nihil pasien dalam pengawasan (PDP) maupun positif Covid-19, tinggal dua kecamatan, yaitu Kecamatan Tenjo dan Kecamatan Tanjungsari," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu.

Hingga Jumat (8/5/2020) malam, Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat jumlah positif terinfeksi Covid-19 di Kabupaten Bogor sebanyak 148 pasien.

AYO BACA : Bupati Bogor: Pemudik Banyak Modus, Petugas Jangan Lengah

"Total ada 148 kasus positif Covid-19, 18 orang di antaranya sudah sembuh, dan 11 orang meninggal dunia," tuturnya.

Di samping itu Pemkab Bogor juga mencatat ada sebanyak 1.425 orang dalam pemantauan (ODP), 1.074 di antaranya sudah selesai dipantau, dan 1.229 pasien dalam pengawasan (PDP), 682 di antaranya sudah selesai diawasi.

Ia mengatakan, dari 682 PDP yang sudah selesai diawasi, ada sebanyak 44 pasien yang meninggal sebelum dinyatakan positif ataupun negatif Covid-19 melalui hasil swab.

 

Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp:  081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119.

Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.
 
Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.

AYO BACA : Kritik Aturan Baru Kemenhub, Bupati Bogor: Keputusan Blunder dan Tidak Dukung PSBB

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar