12 Doa yang Perlu Dihapal Selama Ramadan

  Senin, 11 Mei 2020   Widya Victoria
Ilustrasi doa

AYOJAKARTA.COM -- Ramadan identik dengan bulan penuh ampunan dan keberkahan. Semua amal kebaikan yang dilakukan saat bulan Ramadan akan mendapat balasan yang berlipat ganda.

Maka dari itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, membaca Al-Qurán, dan melafalkan doa kepada Allah Subhanallahu wata'ala. 

Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah SAW bersabda,“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadan, dan setiap Muslim apabila dia memanjatkan doa, maka pasti akan dikabulkan.” (HR Al-Bazzar)

Bahkan di hadis lain diterangkan bahwa orang yang berpuasa mempunyai kesempatan yang begitu luas untuk dikabulkannya doa dengan disediakannya waktu-waktu yang mustajab sepanjang bulan Ramadan. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu akan diampuni." (HR. Bukhari dan Muslim).

Di antara doa-doa penting dibaca saat Ramadan adalah:

1. Ketika Melihat Hilal (bulan sabit)

Imam Nawawi dalam Kitab Almajmu mencantumkan hadis yang berisi doa Nabi Muhammad ketika menyambut Ramadhan,

انَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْهِلالَ قَالَ : ” اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

Artinya: "Sesungguhnya Nabi SAW ketika telah melihat hilal Ramadhan, beliau berdoa; Allahumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal imani was salamati wal islam. Rabbi wa rabbukallah (Ya Allah jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah."(HR. Tirmidzi).

2. Doa Menyambut Ramadan
Allohuma baariklanaa fii Rojaba wa Sya’ban, wabalighnaa Romadhon.
Artinya:

Ya Allah berahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan. 

Doa ini menjadi salah satu jenis doa yang dambil dari sebuah hadist riwayat Al-Baihaqi dan Thabrani.

3. Doa Berniat Puasa Ramadan
Nawaitu souma godhin an adaa I, frdhi syahri ramadhaana hadzihits sanati lillahi taala
Artinya:

Sengaja aku berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu puasa pada bulan Ramadhan bagi tahun ini karena llah Taala.

Doa niat untuk puasa Ramadan ini biasanya akan dilafazkan saaat sesi terakhir ketika shalat tarawih. Bisa juga dilakukan sekali saja saat awal bulan Ramadhan untuk memulai puasa. 

4. Doa Ketika Dicela atau Diganggu Orang Lain Saat Berpuasa

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنِ امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَمَهُ فَلْيَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، مَرَّتَيْنِ

“Apabila ada orang yang mengajaknya berkelahi atau menghinanya, katakanlah padanya, “Inni shaa-imun, inni shaa-imun ” (beliau mengulang ucapannya dua kali) 

Diriwayatkan HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 4/103, Muslim 2/806.

5. Doa Ketika Berbuka

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berbuka membaca,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.” (HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

6. Doa Kepada Orang yang Menghidangkan Hidangan Untuk Berbuka

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,

أَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَاسْقِ مَنْ سَقَانِى

“Ya Allah, berilah anugerah makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah anugerah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku. (HR. Muslim)

7. Doa Ketika Berbuka Puasa di Rumah Orang Lain

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika disuguhkan makanan oleh Sa’ad bin ‘Ubadah, beliau mengucapkan,

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ

“Orang-orang yang berpuasa berbuka di tempat kalian, orang-orang yang baik menyantap makanan kalian dan malaikat pun mendo’akan agar kalian mendapat rahmat.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

8. Doa Qunut Witir

Al Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajariku beberapa kalimat yang saya ucapkan dalam shalat witir, yaitu

اللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِى فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِى فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِى شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ إِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ(وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ) تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

“Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, dan berilah aku keselamatan di antara orang-orang yang telah Engkau beri keselamatan, uruslah diriku di antara orang-orang yang telah Engkau urus, berkahilah untukku apa yang telah Engkau berikan kepadaku, lindungilah aku dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan, sesungguhnya Engkau Yang memutuskan dan tidak diputuskan kepadaku, sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau jaga dan Engkau tolong (dan orang yang memusuhi Engkau tidak akan mulia). Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau Rabb kami.” (HR. Ahmad, Ad Darimi, Al Hakim dan Al Baihaqi, lihat Shahih at Tirmidzi dan Shahih Ibnu Majah)

9. Doa Setelah Shalat Witir

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa pada saat shalat witir membaca surat Al A’laa, surat Al Kafirun, dan surat Al Ikhlas. Kemudian setelah salam beliau mengucapkan:

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

“Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan”.

Dibaca sebanyak tiga kali dan beliau mengeraskan suara pada bacaan ketiga. (HR. Ahmad dan An Nasa-i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengucapkan di akhir witirnya,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

“Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan kesalamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjukan kepada diri-Mu sendiri” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An Nasa-i dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

10. Istighfar dan Doa di Waktu Sahur

Allah Ta’ala berfirman:

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

“Orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar (sahur)” (QS. Ali Imran 17).

Ibnu Katsir mengatakan ayat ini menunjukkan keutamaan istighfar di waktu sahur.

Diriwayatkan Nabi Ya’qub pernah menasihati anaknya dalam QS. Yusuf 98:

قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّي ۖ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Dia (Ya’qub) berkata, “Aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sungguh, Dia Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang””

Kemudian nabi Ya’qub mengakhirkan permohonan ampun di waktu sahur.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada setiap malam, Allah Ta’ala turun ke langit dunia, ketika tersisa sepertiga malam terakhir, Allah berfirman:’ Siapa yang berdo’a kepada-Ku akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri. Dan Siapa yang memohon ampunan kepada-Ku akan aku ampuni.” (HR. Bukhari 1145 dan Muslim 758).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

“Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari)

Anjuran lafadz istighfar sesuai hadits ini adalah,

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

11. Do’a di Malam Lailatul Qadar

Sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada lailatul qadar, lebih-lebih do’a yang dianjurkan oleh suri tauladan kita –Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana terdapat dalam hadits dari Aisyah. Beliau radhiyallahu ‘anha berkata, “Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab, “Katakanlah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ  تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

12. Doa Hari ke 30
“Allhuma aka si yamin fiihi bisyakawi loqulin ala mayazdo wayatho roosul mkafah fi juwa aha bilusola bikho siyandina makamadi alihi dohaina wa alkhamdlilah robaalamin”

Artinya:

Ya Allah, kabulkan puasaku di bulan ini sesuai dengan ridhamu dan ridha Rasul-mu (sehingga) cabang-cabangnya kokoh karena pondasinya demi junjungan kami Muhammad dan keuarganya. Dan segala puja bagi Allah Tuhan semesta alam.

Semoga Allah senantiasa memberi taufiq kepada kita agar menjadi insan yang bertaqwa.

 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar