>

Charity Nights Dwiki and Friends Galang Donasi Bantu Diaspora

  Senin, 11 Mei 2020   Hendy Dinata
Charity Nights Dwiki and Friends bertajuk Global Solidaritas untuk Diaspora Terdampak COVID-19 (Dompet Dhuafa)

RAWAMANGUN, AYOJAKARTA.COM -- Dompet Dhuafa, AMI Awards, YBM PLN, dan musisi senior Dwiki Dharmawan menggelar Charity Nights Dwiki and Friends guna membantu diaspora terdampak COVID-19, Minggu (10/5/2020) malam.

Charity Nights Dwiki and Friends yang bertajuk Global Solidaritas untuk Diaspora Terdampak COVID-19 ini didukung oleh beragam penyanyi hingga pelawak. Hanya dalam waktu sekitar 2,5 jam, Charity Nights Dwiki and Friends berhasil menggalang dana sebesar Rp 154 juta.

“Terima kasih atas semua bantuan serta acara ini kalian hebat, semua bergabung dengan Dompet Dhuafa untuk membantu sesama manusia, sesama makhluk karena Corona. Untuk Semua Diaspora yang terdampak, kita harus gotong royong dalam membantu," ujar Parni Hadi selaku inisiator sekaligus Ketua Pembina Yayasan Dompet Dhuafa.

Charity Nights Dwiki and Friends dibuka dengan penampilan memukau penyanyi Shena Malsiana yang membawakan lagu "Nelangsa". Setelah itu, penyanyi senior Reza Artamevia juga turut memberikan penampilan yang apik melalui lagu "Berharap Tak Berpisah". Dwiki turut berkolaborasi dengan penyanyi Nini Karlina membawakan dua lagu religi yang menyentuh.

Dwiki bersama sang istri Ita Purnamasari turut memberikan penampilan spesial dengan membawakan lagu "Sewu Kuto" sebagai sebuah tribute untuk almarhum Didi Kempot. Uniknya, lagu "Sewu Kuto" ini dibawakan dengan genre jazz cong atau jazz-keroncong.

Tak hanya melalui musik, Charity Nights Dwiki and Friends juga menghibur para penonton dengan pertunjukan komedi. Pertunjukan komedi ini dibawakan oleh empat komedian, yaitu Abdel Achrian, Insan Nur Akbar, Denny Chandra, dan Cak Lontong yang menyebut kelompok mereka sebagai AADC.

Selain hiburan, Charity Nights Dwiki and Friends juga menghadirkan sesi inspirasi spiritual. Sesi ini dibawakan oleh ustaz Bobby Herwibowo, Imam Shamsi Ali dan ustaz Ahmad Ridwan.

Seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan untuk diaspora yang terdampak COVID-19. Diaspora adalah orang-orang berdarah dan berbudaya Indonesia yang ada di luar negeri, baik yang memiliki paspor Indonesia maupun yang sudah menjadi warga negara asing.

Diaspora yang terdampak COVID-19 juga mengalami guncangan kondisi ekonomi dan sosial di negara tempat tinggal masing-masing. Diaspora di Los Angeles, misalnya, cukup banyak yang mengalami kesulitan selama pandemi karena mengalami pemutusan hubungan kerja atau mengalami kesulitan lainnya.

"Dari laporan di lapangan, (beberapa diaspora positif COVID-19 di Filipina) mendapatkan pengobatan dan perawatan yang memadai itu juga agak susah," jelas pendiri Indonesian Diaspora Network (IDN) Global Dino Patti Djalal.

Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar mengatakan, ada dua prioritas jangka pendek di tingkat internasional dalam menghadapi pandemi. Salah satunya adalah memperoleh akses dan pengadaan alat kesehatan, obat-obatan, serta ikut serta dalam proses tes dan penemuan vaksin COVID-19.

Prioritas jangka pendek yang kedua adalah memberikan perlindungan kepada para warga negara Indonesia (WNI), termasuk diaspora, yang terdampak COVID-19. Perlindungan ini juga diberikan kepada WNI yang ingin pulang dari berbagai negara di dunia.

"Dalam bulan suci Ramadan ini, tentu secara pribadi saya ingin mendorong kita semua untuk membuktikan lebih besar lagi semangat (bergotong-royong) tadi," ungkap Mahendra.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar