XL dan Indosat Diminta Bantu Kurangi Area Blank Spot di Pelosok

  Selasa, 12 Mei 2020   Widya Victoria
Anggota Komisi IV DPR, Nevi Zuairina (Fraksi PKS DPR)

PADANG, AYOJAKARTA.COM -- Di masa pandemi COVID-19 ini, PT XL Axiata dan PT Indosat diminta bisa menunjang bekerja dan belajar anak dari rumah. Termasuk memberi kemudahan transaksi online pelaku usaha skala mikro, kecil, dan menengah. 

Demikian permintaan anggota Komisi VI DPR, Nevi Zuarina dalam RDPU virtual dengan PT XL Axiata dan PT Indosat, baru-baru ini. 

"Saya berharap, XL dan Indosat dapat mengurangi blank spot yang masih banyak di daerah-daerah," katanya. 

Nevi sangat apresiasi perusahaan-perusahaan yang memberi sumbangan pada negara mencapai Rp 4 triliun tiap tahunnya. "Ini menunjukkan betapa besarnya keuntungan sektor telekomunikasi selular ini karena hampir seluruh rakyat Indonesia tidak lepas dari gawai," ujar Nevi.

Politisi PKS ini melanjutkan, saat ini dapat dipastikan, penggunaan layanan data internet akan semakin tinggi pada tingkat retail individu. Sehingga tingkat keamaan data pelanggan harus menjadi sangat prioritas. 

"Jangan sampai ada data pelanggan yang bocor sehingga dipergunakan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab. Apalagi sekarang Komunikasi telepon genggam sebagai alat verifikasi berbagai transaksi keuangan," tegasnya. 

Selain itu, masih kata Nevi, pendeknya masa aktif kartu chip prabayar sering menjadi keluhan. Idealnya masa aktif kartu selular selama setahun sehingga pelanggan akan mengontrol alat komunikasinya berdasarkan pulsa yang dimiliki. Tapi secara kerjasama perusahaan dengan perusahaan, ia memperkirakan akan mengalami gangguan. 

Nevi menyayangkan, pada perolehan pendapatan yang naik pada segmen selular tapi masih mengalami kerugian akibat nilai tukar mata uang.

Di tengah serba kesulitan sebagian besar dunia usaha, Nevi meminta sesuai dengan keputusan rapat Komisi VI agar XL dan Indosat dapat terus bekerja sama dengan pemerintah menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan. 

"Karena komunikasi selular ini sebaran infonya bukan saja masuk rumah-rumah, melainkan langsung masuk kantong atau kamar pemegang telepon pintar genggam. Kerja sama aktif dengan kemenkominfo membendung hoax menjadi efektif ketika perusahaan selular menjadi garda depan," jelasnya. 

Menurut dia, banyak aspirasi dari masyarakat, terutama menjelang dan pelaksanaan Idul Fitri, apalagi bersamaan dengan wabah COVID-19, agar jaringan selular masuk hingga pelosok-pelosok. 

"Untuk itu sangat penting infrastruktur komunikasi seperti satelit dan tower dapat menjangkau daerah terluar Indonesia dalam keadaan baik sinyalnya," imbuhnya. 

Legislator asal Sumbar ini menyampaikan kembali, berdasar keputusan rapat agar perusahaan selular tetap memperhatikan hak-hak karyawan. Perusahaan selular merupakan salah satu jenis usaha yang berpotensi meningkatkan keuntungan di tengah wabah ini. Karena pola transportasi perpindahan logistik harus dilalui melalui intensifnya komunikasi. 

Dengan potensi peningkatan usaha sektor komunikasi ini, diharapkan tidak ada karyawan yang di-PHK. Bahkan bila perlu ada peningkatan tunjangan.

"Saya meminta, perusahaan selular seperti XL dan Indosat memberi kontribusi kepada rakyat Indonesia. Selain dari jenis usaha langsung maupun CSR, akan mampu memberikan keringanan kepada masyarakat menjalani kehidupan di tengah wabah," tutup Nevi.

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar