Gegara Terorisme Corona

  Rabu, 13 Mei 2020   Editor
Ilustrasi teroris corona

Sebelum ketibaan pageblug Corona, masyarakat planet bumi sempat terpecah-belah menjadi empat kubu saling beda pendapat satu dengan lain-lainnya gegara apa yang disebut sebagai cadar.

Cadar 

Kubu yang pertama pro cadar sebagai identitas busana umat agama tertentu. Kubu yang kedua kontra cadar sebagai identitas umat agama tertentu yang dikait-kaitkan dengan angkara murka terorisme. 

AYO BACA : Nominasi The Best Hotels in The World

Kubu yang ketiga menganggap cadar bukan identitas umat beragama namun sekedar alat pelindung bagian mulut dan hidung manusia dari kemelut badai khamsin di kawasan gurun pasir Afrika Utara dan Semenanjung Arab. 

Kubu yang keempat tidak peduli urusan cadar sebab merasa masih banyak hal-hal lain lebih perlu dipedulikan ketimbang berdebat tentang cadar. Perpecah-belahan pendapat memicu perbenturan pendapat bahkan kekerasan ragawi antar masyarakat sehingga beberapa negara bahkan secara hukum eksplisit melarang penyandangan cadar di tempat umum dengan atau tanpa alasan mulai dari yang masuk sampai yang tidak masuk akal yang menafsirkannya.

Corona 

AYO BACA : Warisan Wejangan Gus Dur

Setelah ketibaan pageblug Corona, secara lambat namun pasti akhirnya segenap polemik tentang cadar berhenti dengan sendirinya. Gegara terorisme Corona, umat manusia di planet bumi yang cuma satu dan satu-satunya ini sepakat bahwa menggunakan masker justru merupakan cara terbaik (yang sama sekali bebas prasangka SARA) untuk memutus mata rantai penularan virus Corona yang sangat amat kecil mungil namun sangat amat ganas merusak kesehatan bahkan membinasakan manusia. 

Gegara terorisme Corona, cadar tidak perlu dibela mau pun dilawan. Gegara terorisme Corona, umat manusia berhenti memecah-belah diri menjadi berkubu-kubu demi bersatupadu dalam mengenakan cadar eh masker agar berjaya melawan angkara murka Corona.

 

Jaya Suprana 
Penulis adalah pembelajar keanekaragaman kebudayaan dan peradaban

AYO BACA : Cidro

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar