Pemerintah dalam Dilema, Antara Nyawa Rakyat dan Pertumbuhan Ekonomi

  Rabu, 13 Mei 2020   Khoirur Rozi
Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo. (Instagram)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Rencana pemerintah mengizinkan warga usia di bawah 45 tahun bekerja normal di masa pandemi COVID-19 akan menjadi masalah besar. 

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, menyebut kebijakan itu akan bertentangan dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Di tengah pemerintah daerah memberlakukan PSBB, di sisi lain pemerintah pusat membuat kebijakan yang substansinya bertolak belakang dengan PSBB. Hakikat dari PSBB itu kan sosial distancing dan physical distancing. Ketika usia di bawah 45 tahun dibolehkan aktivitas, ini bertentangan dengan PSBB," kata Karyono saat dihubungi Ayojakarta, Rabu (13/5/2020).

Seharusnya, pemerintah mengoptimalkan kebijakan PSBB guna memutus rantai penyebaran COVID-19. Jika hasil evaluasi PSBB menunjukkan kasus positif COVID-19 menurun, maka harus dipertahankan.

"Sudah mengambil kebijakan PSBB, terapkan secara disiplin, nanti evaluasi hasilnya. Kalau kasus (COVID-19)-nya menurun, berarti PSBB efektif. Kenapa tidak dipertahankan? Ini malah bikin kebijakan yang kontroversial," ujarnya.

Karyono berpendapat, pemerintah tengah menghadapi dilema. Di satu sisi ingin menanggulangi COVID-19 sampai tuntas, di sisi lain perekonomian negara terus anjlok. 

"Kebijakan ini menunjukkan suatu kegamangan. Pemerintah menghadapi dilema, antara menyelamatkan manusia atau menyelamatkan perekonomian. Tidak hanya Indonesia menghadapi ini, tapi hampir di semua negara," jelas Karyono.

Sebelum melakukan relaksasi PSBB, seharusnya pemerintah melakukan kajian mendalam dan terukur. Dengan begitu kebijakan baru tidak berlawanan dengan kebijakan lama.

"Data penambahan kasus baru masih fluktuatif, enggak bisa dijadikan patokan untuk menyatakan kasus menurun. Rapid test juga belum masif. Yang perlu ditingkatkan adalah rapid test untuk mendeteksi kasus baru," terang Karyono.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar