>

Saat Hadapi Wabah Virus Corona, Ini Fase Penting yang Dihadapi Seseorang

  Rabu, 13 Mei 2020   Fitria Rahmawati
ilustrasi cemas karena wabah corona. shutterstock

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Wabah virus corona membuat perubahan perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Banyak dampak yang ditimbulkan baik materi mau pun imaterial yang sangat mengena bagi kehidupan seseorang. Kebiasaan berubah, pola berpikir mulai menemukan pandangan baru, serta banyak tantangan yang harus tetap dihadapi untuk bertahan dari problema wabah ini.

Dokter spesialis kedokteran jiwa Leonardi Goenawan, menuturkan, ada beberapa tahap kondisi perilaku individu menghadapi pandemi COVID-19.

1. Tahap disrupsi

Seseorang akan mengalami perubahan pola hidup, perubahan rutinitas sehari-hari, dan kehilangan kebebasan karena harus hidup dalam karantina atau di rumah saja dan tidak bepergian. Berbagai informasi yang beredar membuat hidup semakin mencekam.

AYO BACA : Imun Tubuh Drop karena Stres dan Kesepian Karantina, Cari Tahu Yuk Cara Atasi

"Tidak sedikit yang mengalami kecemasan tinggi karena khawatir tertular, sulit konsentrasi, yang kemudian diikuti oleh perubahan pola makan dan pola tidur," katanya dalam siaran resmi, Rabu (13/5/2020), dikutip dari Antara.

Penyakit kronis yang sudah lama dialami mulai kembali tidak stabil, termasuk gangguan-gangguan psikis yang sebelumnya pernah dialami.

2. Tahap kebingungan dan ketidakpastian

Menurut dokter di RS Pondok Indah Bintaro Jaya, pada tahap ini individu merasa lelah secara mental karena tak ada kepastian, terlebih kalau sumber penghasilan jadi terhambat. Kualitas hidup jadi menurun, begitu pula daya beli. Barang-barang jadi langka. Rencana sederhana yang dulu bisa mudah dilakukan, jadi angan-angan belaka.

AYO BACA : 4 Faktor yang Memengaruhi Imunitas

"Situasi kecemasan ini dapat meningkatkan konsumsi rokok, alkohol, dan penyalahgunaan obat yang mungkin pada awalnya dimaksudkan untuk meringankan beban pikiran," katanya lagi.

3. Mulai menerima standard normal yang baru

Jika dua tahap sebelumnya telah dilampaui, seseorang mulai bisa menerima kondisi dan terbiasa dengan perubahan kebiasaan dan pola hidup. Gaya hidup berdiam diri di rumah jadi hal lazim. Seseorang jadi selektif dalam berbelanja dan memanfaatkan teknologi agar bisa memenuhi kebutuhan dari dalam rumah.

Aktivitas dasar di dalam rumah serta minuman tradisional untuk menjaga kesehatan jadi pilihan. Orang semakin mengoptimalkan teknologi untuk bekerja secara virtual. Pada tahap ini, rasa kebersamaan dan senasib sepenanggungan juga timbul.

Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp:  081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119.

Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.
 
Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.

AYO BACA : Putus Cinta saat Pandemi Corona? Jangan Sedih, Ini 5 Tips untuk Move On

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar