--> -->

Ini Tanda-tanda Datangnya Malam Lailatul Qadar

  Kamis, 14 Mei 2020   Budi Cahyono
[Ilustrasi] Ibadah Ramadan 1441 H (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Lailatul Qadar atau malam 1.000 bulan, merupakan salah satu yang dirindukan dan sangat diharapkan umat Muslim di bulan Ramadan. Siapa yang merasakannya niscaya akan mendapat ganjaran pahala seperti salat selama 1.000 bulan. Malam Lailatur Qadar dipercaya hanya ada di 10 malam terakhir Ramadan dan disebut-sebut jatuh pada setiap tanggal ganjil Ramadan. Lalu apa saja, tanda-tanda malam itu adalah malam Lailatul Qadar?

Mengutip NU online, Kamis (14/5/2020) tanda datangnya Lailatul Qadar ada di penjelasan singkatnya dalan Al-qur’an dalam surat Al Qadr ayat 1: "Ada 1 malam yang bernama Lailatul Qadar,". Lalu dilanjut penjelasan Al-qur’an pada surat Ad Dukhan ayat 3: "Dan malam itu merupakan malam yang penuh berkah, di mana dijelaskan atau ditetapkan segala urusan besar dengan kebijaksanaan."

AYO BACA : Malam Lailatul Qadar Tanpa Itikaf di Masjid, Begini Penjelasannya

Untuk mendapat penjelasan lebih lanjut, sebagaimana dijelaskan Muhammad Quraish Shihab pada 1999. Saat ia menjelaskan tafsir dari kata qadar, salah satunya berarti sempit.

Pada malam itu adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi. Seperti ditegaskan dalam surat Al Qadar, "Pada malam itu, turun malaikat-malaikat dan ruh jibril dengan izin tuhannya, untuk mengatur segala urusan."

AYO BACA : Rukun dan Syarat Sah Puasa Menurut 4 Mahzab

Kata qadar yang berarti sempit, digunakan oleh Alquran antara lain dalam surat Ar Radu ayat 26 yang artinya, "Allah melapangkan rezeki bagi yang dikehendaki dan mempersempitnya bagi yang dikehendaki."

Sedangkan menurut beberapa hadist yang terangkum dalam Kitab Irsyadul Ibad, Rasulullah menyarankan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah bersama keluarga, dan menanti kedatangan malam Lailatur Qadar.

"Rasul juga memberitahukan bahwa ciri Lailatul Qadar diantaranya suasana malam yang terang cerah, tidak panas, dan tidak dingin, tidak ada mendung, tidak hujan dan berangin, dan tidak ada bintang," ujar Rais Syuriyah PCNU, Kabupatern Piringsewu KH Ridwan Syuaib.

Ditambahkan juga, pada siang harinya suasana terlihat cerah matahari bersinar namun tidak terasa panas.

AYO BACA : 15 Panduan Ibadah Ramadan dari Kemenag di Tengah Pandemi Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar