50 Anggota DPRD Kota Bogor Jalani Swab

  Kamis, 14 Mei 2020   Budi Cahyono
[ilustrasi] Petugas medis menunjukan semple tes Swab COVID-19. (Foto: Prayogi/Republika)

AYO BACA : Pelanggar PSBB Bogor Disanksi Denda

AYO BACA : Sebelum Lebaran, Pemerintah Akan Salurkan Bantuan Dua Kali di Kota Bogor

BOGOR, AYOJAKARTA.COM  -- Seorang staf sekretaris dewan (setwan) DPRD Kota Bogor dinyatakan positif Covid-19. Staf tersebut merupakan klaster Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kota Bogor yang telah berlangsung pada Maret 2020.

Imbas dari kejadian tersebut, 50 anggota DPRD Kota Bogor harus menjalani swab test.

Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menjelaskan, staf itu merupakan klaster Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Kota Bogor yang telah berlangsung pada Maret 2020.

"Perlu saya informasikan bahwa satu orang staf setwan positif Covid-19 didasarkan atas hasil swab test," kata Atang melalui pesan singkat yang diterima, Kamis (14/5/2020) dini hari.

Berdasarkan rilis Humas Pemkot Bogor, PBJ telah digelar di Hotel Salak pada 11 Maret 2020 yang diikuti oleh sebanyak 33 pegawai Eselon III dan IV di lingkungan Pemkot Kota Bogor. Dari klaster itu, satu peserta dinyatakan positif Covid-19 dan satu lagi dinyatakan telah meninggal dunia.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor segera menguji 20 pegawai Setwan DPRD Kota Bogor yang sempat melakukan interaksi di acara itu dengan menggunakan rapid test. Hasilnya, tiga pegawai Setwan dinyatakan reaktif Covid-19.

Mereka kemudian diuji spesimen yang dikirimkan ke Balitbangkes tetapi hasilnya tak kunjung keluar. "Ditesnya sudah lama, nggak keluar-keluar hasilnya dari Balitbangkes. Terus dites lagi melalui Laboratorium IPB," kata dia.

Akhirnya, lanjut Atang, pada 11 April 2020 bersama 30 pegawai lain yang pernah melakukan kontak dengan pasein itu kembali di lakukan swab test. Tak hanya itu, dinkes juga melaksanakan swab test kepada seluruh anggota DPRD di Gor Padjajaran Bogor pada Senin, 12 April 2020.

Namun, test swab yang diperuntukkan bagi 50 anggota DPRD Kota Bogor itu memunculkan tudingan anggota DPRD bahwa dewan hanya menghabiskan anggaran APBD Kota Bogor. Padahal, masih banyak yang lebih membutuhkan untuk dilakukan swab test.

Atang menegaskan, swab test bagi anggota DPRD bukan berarti dewan peceklik anggaran maupun mengambil keuntungan di tengah pandemi Covid-19. Dia menjelaskan, dinkes yang mengundang meminta ODP, termasuk anggota DPRD untuk melakukan swab test.

"Kalau mau memanfaatkan anggaran, istilah kasarnya, kami tentu akan lakukan jauh-jauh hari yang lalu. Tapi di bulan Maret semua anggota berstatus ODP, tapi kami meminta dinas terkait untuk melakukan tes ke para tenaga medis dulu," kata dia.

Meskipun semua anggota DPRD harus swab test, Atang mengaku belum dapat memastikan kesemuanya DPRD turut mengikuti tes swab. Sebab, sebagian anggota masih memiliki tugas lain pada waktu bersamaan.

"Kami tetap bekerja seoptimal mungkin di tengah pandemi ini, dan tetap berikhtiar untuk tetap menjaga kesehatan diri agar bisa bekerja secara maksimal," ucapnya.

Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno menjelaskan, swab test yang dilakukan kepada anggota DPRD untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Sebab, DPRD Kota Bogor juga termasuk dalam orang dengan risiko (ODR).

Retno menjelaskan, pihaknya masih berupaya untuk melacak kontak terhadap semua pasien yang positif Covid-19 di Kota Bogor. Sejauh ini, dia menyebut, para anggota dewan sudah mengikuti test swab.

“Sudah dites, tapi kita akan tetap tracing,” kata Retno singkat.

AYO BACA : Warga Bisa Ajukan Bantuan di Progam Keluarga Asuh, Begini Caranya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar