Pemprov Jabar Wacanakan Pantauan Covid-19 Menggunakan Aplikasi

  Kamis, 14 Mei 2020   Budi Cahyono
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Rhuzanul Ulum (Ayopurwakarta/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Wabah virus corona hampir melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia sejak beberapa bulan terakhir.

Sejumlah upaya pun dilakukan pemerintah untuk menekan penyebaran virus corona tersebut, salah satunya adalah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

AYO BACA : Tahanan Narkotika di Purwakarta Lakukan Rapid Test, Ini Hasilnya

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Rhuzanul Ulum mengklaim kasus corona di Jawa Barat menurun perhari 40 kasus hingga ada pula kabupaten yang nihil.

Atas kondisi itu, ia menyebut secara kuantitas secara keseluruhan berhasil sebanyak 68%.

AYO BACA : PSBB Bandung Raya Dimulai, Ini Ketentuan Baru Berkendara

"Artinya Jawa Barat dari 100% itu, 68% normal," ungkap dia usai melakukan peluncuran Bansos Provinsi di Posko Gugus Tugas Covid-19 Purwakarta, Kamis (14/5/2020).

Meski begitu, pihaknya terus berupaya menekan penyebaran dengan membuat sebuah aplikasi yang nantinya akan tersedia di handphone setiap RW.

Aplikasi tersebut untuk memetakan PSBB setiap desa atau kelurahan mana saja masuk dalam kategori hijau, kuning, dan merah.

"Hasil evaluasi PSBB bukan sekadar masalah zona perkabupaten, melainkan perlu mulai perdesa. Kalau sudah begini nanti bisa salat di masjid lagi dan lainnya. Kalau masuk zona merah atau hitam tetap lakukan PSBB perdesa, dan kalau ada yang datang dari zona merah mesti ditolak," kata Uu.

Selain itu, UU juga mengaku saat ini  tengah melakukan padat karya, sebab ekonomi Jawa Barat banyak menurun. "Banyak yang mengeluh kepada kami di tengah pandemi ini," ujar dia. (Dede Nurhasanudin)

AYO BACA : Kapolda Jabar: PSBB Efektif Jika Pergerakan Masyarakat Hanya 30 Persen

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar