>

5 Calon Keluarga Asuh Siap Bantu Warga Terdampak COVID-19

  Kamis, 14 Mei 2020   Husnul Khatimah
Walikota Bima Arya Sugiarto saat ekspose Program Keluarga Asuh (Pemkot Bogor)

BOGOR TENGAH, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Kota Bogor melakukan ekpose Program Keluarga Asuh kepada calon donatur. Sedikitnya ada lima perusahaan yang berkecimpung di Kota Bogor yakni Mal BTM, PT. Olympic Grup, Yayasan SBR, PT. Perdana Gapura Prima dan Bigland Apartemen ikut hadir.

Walikota Bogor, Bima Arya S. mengatakan, selama PSBB tidak hanya penguatan di lapangan dengan sanksi tapi ekonomi warga kota Bogor juga diperhatikan. Pihaknya ingin menyeimbangkan pengawasan di lapangan serta perhatian ekonomi. 

Bima menyebut, dari 230 ribu Kepala Keluarga (KK) di Kota Bogor, hanya 71.111 KK yang masuk DTKS dan 90.379 masuk di non DTKS atau miskin baru terdampak COVID-19.

"Masih banyak warga yang belum masuk di DTKS dan Non DTKS. Kami pun melakukan pendekatan kolaborasi dan partisipasi dengan membuat program Keluarga Asuh," kata Bima, Kamis (14/5/2020).

Ia menjelaskan, melalui program keluarga asuh ini, nantinya setiap satu keluarga pendonor menanggung satu keluarga penerima dengan jumlah donasi Rp 1 juta untuk dua bulan. 

Bagi warga yang ingin menerima bantuan, bisa mendaftar melalui Salur untuk kemudian akan diverifikasi tim kelurahan dan kecamatan dengan sedikitnya sembilan kriteria. Sementara bagi pendonor bisa memilih keluarga mana yang akan dibantu.

"Donatur dan penerima pun bisa melakukan ijab kabul agar lebih ada ikatan emosional. Kami berharap program ini bisa jangka panjang dan meminta kerjasamanya untuk menyampaikan program ini ke temen-temennya," tuturnya.

Sekretaris Yayasan Sekolah Bogor Raya (SBR), Muliawan mengatakan, program Keluarga Asuh memang harus dilakukan hal seperti ini di tengah pandemi mengingat banyak orang yang membutuhkan.

Oleh sebab itu, Yayasan SBR turut berpartisipasi menjadi calon donatur Keluarga Asuh sebagai salah satu usaha pemulihan ekonomi.

"Rencananya kami akan asuh 30 keluarga dulu, anggaran langsung dari yayasan. Dan kami juga akan mempromosikan program ini di media sosial yayasan," katanya seperti dimuat Ayobogor.

Sementara itu, Regional Head PT. Perdana Gapura Prima Wishnu Luckito mengapresiasi program ini karena memprioritaskan masyarakat tidak mampu berdasarkan data valid. 

"Kami akan konsultasikan dulu dengan pimpinan mau menanggung berapa KK. Dan kami juga akan sebarkan informasi ini ke warga perumahan agar mereka bisa ikut partisipasi. Harapan kami semoga pandemi ini bisa selesai, karena sampai kembali normal pun butuh proses," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar