Tiga Pasien Covid-19 di Majalengka Sembuh

  Jumat, 15 Mei 2020   Budi Cahyono
Ilustrasi

MAJALENGKA, AYOJAKARTA.COM -- Tiga dari pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Majalengka sembuh pascaperawatan. Satu pasien lainnya meninggal dunia.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka, Alimudin menyampaikan, keempat pasien dirawat di tiga rumah sakit berbeda.

"Dari empat pasien, alhamdulillah tiga pasien sembuh, sedangkan satu pasien meninggal dunia. Mereka dirawat di rumah sakit yang berbeda," ungkapnya.

Dua dari tiga pasien sembuh diketahui menjalani perawatan di RSD Gunung Jati, Kota Cirebon. Seorang pasien sembuh lainnya dirawat di RSUD Cideres, Kabupaten Majalengka.

AYO BACA : Sempat Tertahan di Sumatera, 27 Warga Kabupaten Majalengka Dijemput Pulang

Sementara, pasien yang meninggal dunia sempat dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

"Keempat pasien Covid-19 ini semuanya terpapar di luar Kabupaten Majalengka," ujarnya.

Pusat Informasi dan Komunikasi Covid-19 Majalengka sejauh ini mendata, selain empat pasien positif, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 46 pasien, orang dalam pemantauan 527 orang, dan orang tanpa gejala (OTG) 50 orang.

Pihaknya mengharapkan masyarakat menjaga diri dengan menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian.

AYO BACA : Polres Majalengka Amankan Puluhan Pelanggar PSBB

Pemerintah sendiri terus memantau pergerakan orang dari luar Majalengka bersama instansi terkait lain, seperti TNI dan Polri.

Sementara itu, serupa dengan daerah lain se-Jawa Barat, penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Majalengka akan berakhir 19 Mei 2020.

Alimudin menilai, penerapan PSBB di Majalengka masih mengandung kekurangan. Di sisi lain, dia mengaku belum dapat memastikan kemungkinan perpanjangan PSBB di daerah berjuluk Kota Angin itu.

"(PSBB) diperpanjang atau tidak, bergantung pada Pemprov Jawa Barat. Kami di daerah mengikuti saja," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, dia pun mengimbau masyarakat tak panik berlebihan bila menemukan warga yang dinyatakan reaktif hasil rapid diagnostic test (RDT). Reaktif tak berarti patokan seseorang terpapar Covid-19. 

"Kecuali sudah dinyatakan positif hasil swab atau PCR, baru patut waspada. Jangan membuat kegaduhan atau stigma buruk di masyarakat," tandasnya.(Erika Lia)

AYO BACA : PSBB Majalengka, Mobil Travel Bawa Pemudik Diminta Putar Balik

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar