Habib Aboebakar: Aneh, RUU HIP Tidak Merujuk TAP MPRS

  Jumat, 15 Mei 2020   Widya Victoria
Aboe Bakar Alhabsyi (dok pribadi)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Upaya meniadakan Tap MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme dari konsideransi draf RUU Halauan Ideologi Pancasila (HIP) menimbulkan kecurigaan. 

Anggota Komisi III DPR, Aboebakar Alhabsyi mengatakan, lahirnya RUU HIP karena adanya pemikiran perlunya penegasan Pancasila sebagai soko guru ideologi bangsa.

"Dengan UU tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi landasan berpikir dan bertindak bagi penyelenggara negara dan masyarakat," kata Aboebakar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/5/2020). 

Aboebakar menilai aneh jika kemudian RUU HIP tidak merujuk TAP MPRS XXV. Karena TAP MPR tersebut lahir sebagai upaya mengingatkan pentingnya ideologi Pancasila yang pernah hendak diganti oleh komunisme. 

"Kita juga, kemudian memperingatinya dengan Hari Kesaktian Pancasila. Itu semua adalah sejarah perjuangan bangsa dalam mempertahankan keberadaan Pancasila," ujar Aboebakar. 

Akibatnya, lanjut Aboebakar, banyak masyarakat mempertanyakan motif penyingkiran TAP MPRS XXV dari RUU HIP. Masyarakat kemudian akan melihat seolah ada upaya pengaburan sejarah bahwa komunisme merupakan musuh dari ideologi Pancasila. 

"Tentu kita semua tidak boleh menutup-nutupi sejarah tersebut. Jas merah kata Bung Karno, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Hal ini tentunya harus benar-benar diperhatikan, apalagi para senior kita sudah mengingatkannya dalam bentum TAP MPR, sebuah produk konstitusi yang sangat penting," pungkas politisi yang akrab disapa Habib ini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar