Kompak, Kota Depok Sepakati Salat Idulfitri di Rumah

  Jumat, 15 Mei 2020   Fitria Rahmawati
Satu keluarga melaksanakan shalat berjamaah di rumahnya. Foto: Republika/Thoudy Badai

KOTA DEPOK, AYOJAKARTA.COM - Lapisan masyarakat di Kota Depok menyepakati untuk melakukan salat Idulfitri dari rumah bersama keluarga masing-masing. Itu dilakukan untuk memutus penyebaran rantai virus Corona. Wali Kota Depok, Mohammad Idris tidak memperkenankan salat Idulfitri dilaksanakan secara berjamaah di masjid, mushola atau lapangan.

Idris mengatakan, kesepakatan tersebut sudah disepakati Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, Komisi Fatwa MUI Kota Depok dan Dewan Pakar, sepakat penyelenggaraan Sholat Idul Fitri 1441 H dilaksanakan di rumah dengan keluarga. Tidak diperkenankan Sholat Idul Fitri.

"Banyak perasaan yang mungkin kita alami, berat, sedih dan resah. Namun, yakinlah bahwa Allah SWT, Tuhan yang maha menolong dapat mengabulkan doa dan ikhtiar kita semua untuk segera keluar dari ujian dan cobaan ini. Aamiin," tuturnya melalui siaran pers, Jumat (15/4/2020).

Update perkembangan data penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kota Depok, berdasarkan data melalui ccc-19.depok.go.id, pada Jumat (15/5/2020), korban positif yang sembuh meningkat cukup signifikan menjadi 84 orang dari sebelumnya 67 orang. Saat ini, data kasus Covid-19 di Kota Depok, kasus terkonfirmasi 377 orang dari sebelumnya 369 orang dan yang meninggal tetap 21 orang.

"Alhamdulillah korban positif sembuh terus meningkat dan penyebaran Covid-19 melambat. Mudah-mudahan penanganan Covid-19 dapat segera diatasi dan berakhir," ujar juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

AYO BACA : Menag: Salat Idulfitri di Rumah Saja

Dia menambahkan, sedangkan yang berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) saat ini sebanyak 1.443 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 3.521 orang. Adapun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1.362 orang.

"Meskipun masih ada penambahan kasus konfirmasi sebanyak delapan kasus, akan tetapi kami bersyukur dengan adanya penambahan yang sembuh sebanyak 17 orang. Semoga jumlah yang sembuh ini terus bertambah," pungkas Dadang.

 

Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp:  081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119.

Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.
 
Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.

AYO BACA : MUI Terbitkan 6 Panduan Takbiran Idulfitri saat Pandemi Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar