Realisasi PSBB Kota Cirebon, Begini Penilaian Wali Kota

  Sabtu, 16 Mei 2020   Budi Cahyono
Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis (istimewa)

CIREBON, AYOJAKARTA.COM -- Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis menilai pelaksanaan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kotanya belum optimal.

Azis tak menampik kurangnya kesadaran masyarakat Kota Cirebon mengupayakan proteksi diri terhadap penyebaran Covid-19.

Menurutnya, masyarakat masih memikirkan diri sendiri, tanpa memedulikan kondisi kesehatan komunal.

"Kesadaran masyarakat masih kurang bagus, masih memikirkan diri sendiri," ungkapnya.

WHO sendiri menargetkan aktivitas masyarakat selama PSBB hanya 30%. Sayang, diakuinya Kota Cirebon belum bisa mencapai target itu.

Hanya, imbuhnya, telah terjadi penurunan aktivitas selama PSBB, sekalipun belum mencapai target WHO.

"Jalanan sudah mulai enggak padat, ini tanda-tanda bagus," cetusnya.

Pelaksanaan PSBB di Kota Cirebon sendiri pun akan dievaluasi pihaknya. Evaluasi diperlukan sebagai penentu keberlanjutan atau penghentian kebijakan ini, memasuki akhir masanya pada Selasa, 19 Mei 2020.

Azis membuka kemungkinan perpanjangan PSBB bila cara ini tak efektif menekan angka penderita Covid-19. Sebaliknya, bila dianggap berhasil menekan, PSBB tak perlu diperpanjang.

Hanya, bila pun PSBB tak dilanjutkan, pola-pola lain akan diterapkan agar masyarakat terus menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Namun, kembali dia mengingatkan, penyakit menular yang disebabkan virus SARS-CoV-2 ini merupakan masalah bersama. Tak ada ruang untuk sekedar memikirkan kepentingan pribadi belaka.

"Jangan bikin diri sendiri menderita. Covid-19 harus dicegah bersama," tegasnya.(Erika Lia)

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar