>

Jabar Petakan 5 Level Kewaspadaan, Ini Penjelasannya!

  Minggu, 17 Mei 2020   Fitria Rahmawati
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. instagram: @ridwankamil

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Tingkat Provinsi di wilayah Provinsi Jawa Barat (Jabar) akan berakhir Rabu (19/5/2020). Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memetakan wilayahnya menjadi 5 level pengawasan.

Level tersebut yakni, Level 5 atau Zona Hitam (Kritis), Level 4 atau Zona Merah (Berat) yakni kondisi PSBB saat ini, Level 3 atau Zona Kuning (Cukup Berat), Level 2 atau Zona Biru (Moderat) menunjukkan wilayah yang perlu melaksanakan physical distancing, dan Level 1 atau Zona Hijau (Rendah) yakni kondisi normal.

“Nah, kepada yang mereka yang termasuk ke dalam level biru, maka kebijakan bisa lebih longgar, dengan tetap menjauhi kerumunan dan ada protokol kesehatan, tapi kegiatan sudah bisa 100%," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil akhir pekan ini.

Menurutnya, jika masih level merah seperti sekarang, kegiatan ekonomi atau apa pun dibatasi hanya 30%. Emil pun merekomendasikan kepada kabupaten/kota yang masih ada di Level 4 atau Zona Merah untuk tetap melakukan PSBB secara penuh. Namun, kepada kabupaten/kota yang sudah termasuk Zona Kuning dan Biru bisa melakukan PSBB parsial.

AYO BACA : Tanggulangi Covid-19, Ridwan Kamil Potong Gaji Gubernur hingga ASN Jabar

“Hampir semua yang namanya kota (di Jabar) itu masuk yang level merah, kecuali Kota Bandung, sudah masuk kategori level kuning atau level tiga dari lima level itu,” kata Emil.

Oleh karena itu, kata dia, rekomendasinya kepada 50% dari 27 kota/kabupaten yang kategorinya masih merah atau Level 4, merekomendasikan untuk melanjutkan PSBB secara penuh.

"Tapi kepada Zona Kuning dan Biru kami merekomendasi pilihan melakukan PSBB parsial,” katanya.

Emil mengatakan, ukuran keberhasilan PSBB juga bisa diukur dengan turunnya pasien terkonfirmasi positif sambil terus melakukan peningkatan jumlah tes masif.

AYO BACA : Ridwan Kamil Kritik PSBB Kota Depok, Begini Tanggapan Walkot Depok

"Kita sedang mengejar 300 ribu pengetesan dalam waktu secepatnya,” kata Emil.

Kepada para bupati/wali kota, Emil juga mengatakan, secara umum tren Jabar dalam menangani pandemi ini cukup positif. Di antaranya merujuk jumlah pasien di rumah sakit yang menurun sejak akhir April, angka kematian menurun, serta tingkat kesembuhan naik dua kali lipat.

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua pemimpin daerah yang sudah sinkronisasi terkait apa yang kita kerjakan, sehingga kita di Jawa Barat bisa satu frekuensi,” katanya.

Meski begitu, Emil juga meminta kepala daerah untuk tetap mewaspadai potensi adanya Orang Tanpa Gejala (OTG) dari para pemudik. Emil mengatakan, ada kemungkinan kedatangan 300 ribu pemudik ke Jabar. Hal itu dinilai bisa merusak tren positif penanganan Covid-19.

“Jika tren positif ini digagalkan oleh datangnya potensi-potensi OTG atau pemudik yang jumlahnya diperkirakan ada sekitar 300 ribu, itu akan mengganggu tren menggembirakan yang ada di Jawa Barat,” papar Emil.

Emil pun mengucapkan terima kasih atas kerja keras tenaga kesehatan karena pasien yang sembuh jumlahnya dua kali lipat lebih banyak. Jadi, tinggal mewaspadai yang namanya pemudik sebagai potensi persebaran baru.

AYO BACA : Ferdian Paleka Prank Sembako Isi Sampah, Ini Kata Ridwan Kamil

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar