>

Pemkot Cirebon Mulai Kenalkan, 'A New Normal Life'

  Senin, 18 Mei 2020   Budi Cahyono
Petugas menyosialisasikan ketentuan PSBB kepada pedagang di luar pengecualian yang bersikeras berjualan di sekitar PGC, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon.

CIREBON, AYOJAKARTA.COM -- Perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Cirebon disertai kampanye 'a new normal life' di tengah pandemi Covid-19 yang masih merajalela.

Pada PSBB Tahap 2, konsep 'a new normal life' yang disampaikan Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, sesungguhnya berupa penerapan pola hidup sehat yang kembali digenjot. Kali ini, keberimbangan sektor ekonomi beroleh porsi atensi lebih besar.

Otoritas penanganan Covid-19 Kota Cirebon berencana mengajukan PSBB Tahap 2 mulai 20 Mei 2020. Tahap 1 telah diterapkan pada 6-19 Mei 2020.

"Gugus Tugas Covid-19 Kota Cirebon memutuskan memperpanjang PSBB 14 hari ke depan, mulai 20 Mei 2020," kata Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis.

Perpanjangan PSBB didasarkan situasi di Jawa Barat sebagaimana hasil pengamatan Pemprov Jabar. Kota Cirebon termasuk zona kuning, namun dikerubungi sebagian daerah lain yang berzona merah.

AYO BACA : Realisasi PSBB Kota Cirebon, Begini Penilaian Wali Kota

Azis menilai, kepatuhan publik selama PSBB 1 yang masih rendah, secara khusus menjadi pertimbangan pihaknya untuk lebih menekan penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Bila tidak ditekan melalui perpanjangan PSBB, dia mengaku khawatir Kota Cirebon akan menjadi zona merah.

Sejumlah upaya akan ditingkatkan pada PSBB 2, salah satunya menyosialisasikan konsep 'a new normal life'. Konsep ini sejatinya berupa penerapan pola hidup sehat, yang utamanya bentuk pencegahan terhadap Covid-19.

Dalam konsep ini, masyarakat akan dibuat semakin terbiasa dengan social/physical distancing (jaga jarak sosial/fisik), mengenakan masker kala beraktivitas, sering mencuci tangan dengan sabun dan cairan antiseptik lain, hingga lebih sering berada di rumah.

Azis memastikan, a new normal life akan terus disosialisasikan kepada masyarakat. Selama vaksin Covid-19 belum ditemukan, upaya-upaya itu dinilai yang terbaik untuk dilakukan saat ini.

"Akan terus disoalisasikan a new normal life dengan kebiasaan hidup sehat. Selamanya, karena hidup sehat lebik saat ini, vaksin corona (coronavirus/Covid-19)-nya kan belum ditemukan," tegasnya.

AYO BACA : Dikepung Zona Merah, Pemkot Cirebon Cari Formula Keberimbangan Kesehatan-Ekonomi Rakyat

Selain pola hidup sehat, pengetatan pula akan dilakukan terhadap pengendalian mobilitas orang di tingkat RT/RW. Dengan kata lain, penyekatan akan dilakukan mulai di tingkat terdasar di lingkungan masyarakat secara merata.

Migrasi orang di perbatasan Kota Cirebon pun akan dicegah di setiap check point.

Sementara itu, Pemkot Cirebon pun mencoba mengendalikan keberimbangan kesehatan publik dengan sektor ekonomi yang telah mengundang situasi dilematis selama wabah Covid-19, terlebih kala PSBB diberlakukan.

Dalam formulasinya, setiap pusat belanja, baik pasar tradisional maupun pasar modern, akan semakin dirileksasi. Namun, para pengelola diberi syarat untuk disiplin menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

"Kami akan laksanakan kearifan lokal dengan merileksasi pasar dan pusat belanaja lain, dengan syarat disiplin menerapkan social distancing," tuturnya.

Azis mengancam, bila pelaku usaha tidak bisa mengendalikan pengunjung, pihaknya akan menjatuhkan sanksi berupa penutupan usaha hari itu juga.

Penindakan akan dilakukan gugus penindakan, yang di antaranya berisi petugas Satpol PP, TNI, dan Polri.

Perpanjangan PSBB di Kota Cirebon rencananya diberitahukan pihaknya hari ini kepada Pemprov Jabar.(Erika Lia)

AYO BACA : 61 Ribu Pemudik dari Zona Merah Masuk Wilayah Tasikmalaya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar