Pembongkaran Pabrik Narkoba di Semarang Libatkan Kiper PSHW hingga Eks Persela Lamongan

  Senin, 18 Mei 2020   Fitria Rahmawati
Kepolisian menangkap pesepak bola sampai mantan wasit di Jawa Timur karena terlibat kasus narkoba. (Suara.com/Dimas)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM - Pemain Liga 2 asal klub Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathan (PSHW), M Choirun Nasirini tersandung kasus narkoba. Tak hanya itu, kasus tersebut bahkan menyeret eks pemain Persela, Eko Susan Indarto, dan eks Ketua Askot Jakut Dedi A Manik, beserta sopir yang bernama Novin Ardian asal Kabupaten Kendal.

Sindikat peredaran narkoba tersebut dibongkar Badan Nasional Penanggulangan Narkoba Provinsi (BNNP) Jawa Timur dan Jawa Tengah atas laporan masyarakat. Hasil penyelidikan sementara, terdapat rumah produksi barang haram sabu yang beralamat di Mijen Semarang. Petugas menyita 5.000 gram narkotika jenis methapethamin dari praktik clandestine laboratory tersebut.

Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, Kombespol Arief Darmawan menjelaskan, Keempat tersangka diamankan berurutan, dan ditangkap di tempat yang sama, di salah satu hotel dekat Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Sementara, Kepala BNNP Jatim Brigjend Bambang Priambodo menjelaskan bahwa tersangka M Choirul Nasirin, terindikasi melakukan penjualan di Daerah Sidoarjo.

"Berdasarkan informasi masyarakat yang ditindak lanjuti dengan penyelidikan Tim Intelijen, bahwa akhir-akhir ini sering terjadi transaksi narkotika disekitar Buduran-Sidoarjo. Tim intelijen melakukan pendalaman perihal informasi tersebut dan benar, diperoleh fakta-fakta yang mengindikasikan adanya transaksi narkotika jenis methapethamin yang dilakukan oleh Nasirin dengan area distribusi meliputi daerah sidoarjo dan sekitarnya," ungkapnya.

AYO BACA : Paranormal Roy Kyoshi Tersandung Narkoba

Pada hari Minggu (17/5/2020), sekira pukul 12.20 WIB, Nasirin terlihat menuju hotel di Sedati Juanda, menemui seseorang yang datang menggunakan Inova warna gold nopol H 9314 AW. Tak lama berselang datang seseorang bergabung dalam kamar. Modus tersebut diyakini tim r BNNP Jatim sedang terjadi sebuah transaksi berdasarkan riwayat transaksi sebelumnya.

Selanjutnya tim BNNP Jatim mengamankan tersangka serta barang bukti, dan melakukan ipendalaman serta penggeledahan di kamar hotel dan kendaraan yang digunakan para tersangka.

"Dari hasil penggeledahan diperoleh barang bukti jenis methapetamine dibuktikan dengan alat trunac sebanyak lebih kurang 5000gr, dari hasil interogasi dan jejak digital para tersangka di peroleh fakta adanya clandestine laboratory di wilayah Mijen-Semarang," kata dia.

Selanjutnya para tersangka dibawa menuju Mijen-Semarang dan di lokasi salah satu perumahan, tim Dakjar BNNP Jatim berhasil mengungkap dengan sisa prekusor narkotika jenis HCL dan asetone serta perlatan produkasi lainnya. Setelah dilakukan koordinasi dengan aparat setempat, serta penyidik BNNP Jateng maka seluruh barang bukti dilakukan penyitaan untuk kepentingan penyidikan.

Dari keempat tersangka, dikenakan tindak pidana narkotika sebagai mana yang dimaksud dalam pasal 114 Ayat (1) Subs. Pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 129 huruf a dan huruf d Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman Hukuman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun penjara; maksimal 20 Tahun penjara atau seumur hidup.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar