143 Warga Kebon Melati Tanah Abang Jalani Rapid Test

  Senin, 18 Mei 2020   Fitria Rahmawati
Sebagai ilustrasi, Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat menyemprotkan cairan disinfektan di pemukiman Kebon Melati, Jakpus. Foto: Thoudy Badai/Republika

KEBON MELATI, AYOJAKARTA.COM - Kasus keterjangkitan virus corona di Kelurahan Kebon Melati Tanah Abang, Jakarta Pusat terus menunjukkan peningkatan. Stidaknya, 143 warga secara sadar mengikuti rapid tes yang dilakukan massal oleh pemerintah.

Dalam situs corona.jakarta.go.id Kebon Melati merupakan salah satu Kelurahan di DKI Jakarta yang masuk dalam 10 besar kelurahan dengan tingkat kasus Covid-19 tinggi. Saat ini ada tiga RW yang memiliki status zona merah di Kelurahan Kebon Melati yaitu RW 012, 014, dan 015.

"Kuota yang kami siapkan untuk 200 peserta, tapi hingga siang tadi, sampai penutupan ada 143 orang yang mengikuti tes," kata Lurah Kebon Melati Winetrin, di Balai Latihan Kesenian (BLK) Tanah Abang, Jakpus, Senin (18/5/2020).

Pengambilan sampel darah mereka dilakukan di halaman SDN 01 Kebon Melati, Tanah Abang, Jakpus. Menurut Winetrin, meningkatnya kasus Covid-19 terjadi karena padatnya permukiman dan masih banyak warga tidak mengindahkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Kuota yang kami siapkan untuk 200 peserta, tapi hingga siang tadi, sampai penutupan ada 143 orang yang mengikuti tes," kata Lurah Kebon Melati Winetrin, di Balai Latihan Kesenian (BLK) Tanah Abang, Jakpus, Senin (18/5).

AYO BACA : Bertambah 88 Kasus, Positif Covid-19 di Jakarta Jadi 6.010 Orang

Pengambilan sampel darah mereka dilakukan di halaman SDN 01 Kebon Melati, Tanah Abang, Jakpus. Menurut Winetrin, meningkatnya kasus Covid-19 terjadi karena padatnya permukiman dan masih banyak warga tidak mengindahkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Terjadi banyak kasus Covid-19, karena tempat tinggal padat. Setiap RW itu berdempetan, rumahnya sangat banyak. Lalu kami pun prihatin karena masih sangat banyak belum mengindahkan PSBB," kata Winetrin.

Kebon Melati menempati urutan ketujuh di DKI Jakarta dengan 54 kasus dan menempati urutan ketiga di Jakpus setelah Petamburan dan Kebon Kacang. Warga Kebon Melati dengan hasil rapid test reaktif langsung menjalani pengambilan sampel lanjutan yaitu tesswabdan akan menjalani isolasi mandiri di fasilitas BLK Jakarta Pusat sembari menunggu hasil tesnya keluar.


Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp:  081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119.

Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.
 
Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.

AYO BACA : 48 RW di Jakarta Utara Merdeka COVID-19, Kini Total 313 RW Masuk Zona Hijau

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar