Antisipasi Ledakan Corona saat Lebaran, Pemkab Bogor Siapkan Tempat Isolasi

  Selasa, 19 Mei 2020   Budi Cahyono
[ilustrasi] Pemkab Bogor siapkan tempat isolasi untuk antisipasi ledakan virus corona saat lebaran. (Pixabay)

BOGOR, AYOJAKARTA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai siaga mengantisipasi ledakan kasus baru virus corona saat Lebaran Idulfitri tiba. Untuk itu, Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin mengatakan, Pemkab meminjam Wisma Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor sebagai tempat isolasi pasien terkait Covid-19.

"Karena arus lebaran ini ada kemungkinan kalau masyarakat masih tetap tidak melakukan jaga jarak dan selalu berkerumun contoh di pasar-pasar yang kemarin viral. Ini akan berbahayanya. Jadi kita jaga-jaga saja supaya kita siap," ujarnya, Senin (18/5/2020).

Ade menjelaskan, tempat tersebut hanya meminjam dari Kemendagri. Dia menyatakan, Pemkab Bogor hanya menambah sedikit fasilitas kesehatan di antaranya Instalasi Gawat Darurat (IGD), laundry, hingga ruang tidur bagi tenaga kesehatan.

"Ini diadakan di wisma BPSDM ini atas izin dari Kemendagri. Kita pinjam tidak sewa untuk isolasi. Kita benahi dikit-dikit untuk dilengkapi alat kesehatan," katanya.

Ade melanjutkan, ruang isolasi itu telah disiapkan sejak bulan Maret 2020. Dengan peresmian tersebut, Ade berharap, ruang itu dapat mengurangi beban rumah sakit yang selama ini merawat pasien PDP.

Secara rinci, Ade menerangkan, telah menyediakan 84 tempat tidur yang akan dibagi ke dalam dua kategori yakni, 64 tempat tidur untuk orang dalam pemantauan (ODP) dan 20 untuk pasien dalam pengawasan (PDP) ringan ringan. Namun, dia menegaskan, di wisma itu tak diperbolehkan bagi yang masih di bawah 15 tahun.

"Pasien disini untuk 15 tahun ke atas, gak ada anak-anak karena mereka perlu ditangani di rumah sakit," jelas politikus PPP itu.

Mengenai pelayanan, Ade menyatakan, di tempat itu telah disiapkan tiga dokter, 14 perawatan serta 20 orang petugas kebersihan yang dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) untuk sementara. Ke depan, dia menyebut, akan menambah tempat tidur dan jumlah tenaga medis.

"Rencananya ada 44 kamar dengan 168 tempat tidur, 28 dokter umum dan delapan dokter spesialis serta 212 tenaga kesehatan," jelas dia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar