--> -->

Ini yang Bikin Kebijakan Pemerintah Kian Membingungkan

  Selasa, 19 Mei 2020   Khoirur Rozi

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Pola komunikasi pemerintah dalam penanggulangan pandemi COVID-19 sungguh berantakan. 

Ada banyak pernyataan orang pemerintah yang ambigu dan bertolak belakang satu sama lain sehingga menimbulkan kebingungan publik.

"Kebijakan yang terkesan tidak konsisten menimbulkan persepsi masyarakat bahwa kebijakan pemerintah itu tidak seirama. Karena itulah saya kira perlu penjelasan secara detail soal kebijakan yang dikeluarkan atau diwacanakan," kata Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, kepada Ayojakarta, Selasa (19/5/2020).

Menurut Karyono, pemerintah perlu memperbaiki strategi komunikasi agar masyarakat tidak salah persepsi. Contohnya terkait relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Menurutnya, pemerintah belum bisa menjelaskan detail konsep relaksasi PSBB.

"Perlu ada semacam strategi komunikasi. Dalam membuat terminologi itu harus mudah dipahami masyarakat. Ini yang menurut saya masih kurang, bagaimana membuat narasi atau bahasa yang mudah dipahami sehingga tidak menimbulkan salah persepsi," jelasnya.

Dia menambahkan, juru bicara pemerintah harus mampu menyederhanakan pernyaataan publik saat menyampaikan kebijakan. 

"Diperlukan juru bicara yang bisa menyederhanakan kebijakan rumit menjadi sederhana. Saya kira itu yang penting, karena beberapa kali kebijakan pemerintah itu selalu direspons negatif oleh publik," ujar Karyono.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar