Tren Covid-19 di Kota Bogor Melandai, Bima Arya : Bukan Berarti Sudah Aman

  Rabu, 20 Mei 2020   Husnul Khatimah
Wali Kota Bogor Bima Arya (Ayobogor/Husnul Khatimah)

TANAH SAREAL, AYOJAKARTA.COM -- Wali Kota Bogor, Bima Arya  mengatakan bahwa tren data penyebaran Covid-19 di Kota Bogor cenderung melandai, namun bukan berarti sudah aman. 

“Sejak PSBB memang melandai. Tapi saya tidak pernah berani untuk bilang aman, apalagi terkait relaksasi. Kenapa? Karena membaca tren ini ibarat membaca hasil tes darah kita. Harus baca secara keseluruhan. Tidak bisa membaca data terakhir saja bahwa kasus positifnya landai tapi kita harus sandingkan dengan banyak data lain termasuk tren swab dan rapid yang kita ambil,” ungkap Bima, Rabu (20/5/2020).

AYO BACA : Bupati Bogor Izinkan Zona Hijau dan Kuning Gelar Salat Ied Dengan Syarat

Untuk itu, kata Bima, Kota Bogor masih akan terus fokus sampai di ujung masa PSBB, yakni 26 Mei 2020 atau dua hari setelah Idulfitri. 

"Tetapi kita akan mulai berbicara formula pasca-PSBB. Nanti kita akan undang teman-teman dewan, para pakar epidemiologis, pengusaha, pendidik, semuanya, kira-kira normal baru itu seperti apa, pengaturan pendidikan, kesehatan, kantor, dan lain-lain,” katanya.

AYO BACA : Imbauan Mendagri, Tangani Covid-19 Perhatikan Keselamatan Publik dan Ekonomi

Menurut Bima tidak mungkin PSBB diperpanjang tanpa adanya kajian yang matang dan langkah-langkah yang berbeda. 

"Ini saran dari ketua dewan kita yang betul-betul memberikan atensi. PSBB ini harus dikaji betul jangan sampai warga dikunci tapi tidak ada perbaikan kebijakan. Insyaallah Kamis kita akan buat semacam FGD untuk melakukan kajian itu,” katanya. 

Bima menyebut kajian hasil PSBB dan FGD tersebut akan menentukan formula ‘new normal’ seperti apa yang akan diterapkan. 

“Karena itu kita habis-habisan. Saya katakan kepada staf saya, kita padukan kombinasi antara ketegasan dan kasih sayang. Tegas mengawal PSBB, kita sudah punya Perwalinya. Dan kasih sayang lewat penyaluran bantuan, baik dari Pemerintah maupun partisipasi solidaritas warga melalui program Jaga Asa (Jaringan Keluarga Asuh Kota),” katanya. 

AYO BACA : Satpol PP Kota Bogor Bongkar Ratusan Lapak Liar di Pasar Anyar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar