Pandemi Covid-19, PSIS Semarang Merugi Rp15 Miliar

  Rabu, 20 Mei 2020   Budi Cahyono
CEO PSIS Semarang (tengah), Yoyok Sukawi (dok)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Pandemi Covid-19 yang membuat Liga 1 berhenti membuat para kontestan merugi. PSIS Semarang misalnya mengklaim rugi Rp10 miliar akibat berhentinya liga akibat wabah tersebut. 

“Ya kalau sebenarnya, begitu kompetisi berhenti, kalau ditanya pemasukan, semuanya pasti berhenti. Jadi industri sepak bola itu kan, berbanding lurus dengan kegiatan yang bisa dilakukan,” kata CEO PSIS Yoyok Sukawi, Rabu (20/5/2020).

AYO BACA : 6 Kasus Baru Positif Covid-19 di Liga Primer Inggris

Yoyok menerangkan, akibat pandemi yang membuat kompetisi berhenti membuat klub tidak ada pemasukan. Namun, PSIS masih memiliki tanggungan operasopnal dan membayar gaji pemain meski tidak penuh.   

“Kita tidak ada lagi pemasukan.  Otomatis, apa pun itu, baik sponsor, pendapatan tiket, bagi hasil tv, bagi hasil usaha, itu semua berhenti. Yang berat, kita pendapatan berhenti, sementara kita biaya masih keluar,” imbuhnya. 

AYO BACA : PSSI Setujui RUPS LIB, Ini Respons Komisaris Persib

Pria yang juga Exco PSSI itu menambahkan, tidak semua klub di Indonesia siap dalam menghadapi kondisi seperti ini. Karena masih ada klub yang mendapat bantuan pemerintah, bahkan ada yang patungan, sebagai modal untuk mengarungi kompetisi. “Itu berat. Kalau PSIS, kita profesional, insyaalah kita masih mampu, tahun ini, rugi pasti. Kita berhitung tahun ini, minus Rp10 miliar - Rp15 miliar tapi itu kita jalani, tidak ada masalah,” tuturnya.

Pihaknya berharap tahun depan, situasi sudah mulai normal kembali dan keuangan PSIS bisa membaik lagi. Karena kompetisi masih dihentikan, para pemain tidak bisa menggelar laihan. Para pemain saat ini berlatih sendiri di rumah masing-masing, dengan dipandu pelatih fisik dan tim dokter.

“Baik pemain lokal maupun asing, setiap pagi dan sore diberi menu latihan. Jika pagi bisa peregangan, dan sore bersepeda atau lari berapa meter,” tandasnya. (Afri Rismoko)

AYO BACA : Jumat Lusa, PSSI Pertimbangkan Saran PT LIB Setop Liga 1 dan Liga 2

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar