Curi Kesempatan saat PSBB, 71 Kg Sabu Sumatera Dikirim Lewat Paket ke Jakarta

  Rabu, 20 Mei 2020   Fitria Rahmawati
Satgas IV Gakkum Ops Aman Nusa II Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. (Bantennews)

SERANG, AYOJAKARTA.COM - Sebanyak 71 Kg narkoba jenis sabu dikirim menggunakan jasa ekspedisi dari Lampung dan Pekanbaru Sumatera, yang akan dikirimkan ke Jakarta. Kasus tersebut melibatkan RR yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Alidon Expres Makmur beralamat di jalan Taman Palem Lestari ruko Fantasi Blok V Nomor 18 Cengkareng Jakarta Barat.

Pengungkapan awal usai mendapatkan laporan dari warga, Polisi langsung menggagalkan kiriman paket tersebut di check point Pelabuhan Bakauheni, Jumat 8 Mei 2020. Polisi mengamankan 66 kilogram sabu yang disembunyikan di kotak brangkas yang dikirim menggunakan truk PT AMP.

Dalam pengembangan, Sub Satgas IV Gakkum Ops Aman Nusa II Dittipidnarkoba Bareskrim Polri melakukan kerja sama dengan Polda Banten dan Lampung menemukan fakta pelaku BP yang menjabat Komisaris PT Alidon Expres dan masih DPO. Dari penyelidikan, BP diketahui telah menerima 10 kilogram sabu dari PT Alidon Cabang Pekanbaru yang dikirimkan melalui ekspedisi PT AMP kepada PT Alidon Cabang Lampung.

AYO BACA : Soal Penangkapan Narkoba di Semarang, Askot PSSI Jakut: Dedi A Manik Bukan Pengurus Aktif ataupun Nonaktif

Selain itu, tim gabungan juga memperoleh informasi bahwa dalam paket milik PT Langkah Hijau Food Herbal yang telah disisipi 5 kilogram oleh DPO berinisial RY dan staff berinisial EA yang dikirimkan kepada PT Alidon Jakarta melalui ekspedisi PT Dakota.

Selanjutnya, pada Minggu 10 Mei 2020 sekitar pukul 18.00 WIB tim melakukan penyelidikan truk ekspedisi PT Dakota yang melintas di Jalan Jambi – Palembang.

Kemudian tim melakukan penghadangan serta penggeledahan di SPBU Muaro Jambi dan mendapatkan 5 bungkus narkotika jenis sabu yang dimasukkan dalam bungkus tepung. Petugas mengamankan dua saksi.

AYO BACA : Ribuan Generasi Muda Selamat Berkat Pengungkapan Kasus Narkoba

Waka Polri Komjen Gatot Eddy menyatakan masih ada tiga DPO yang masih dikejar oleh pihak kepolisian.

“Dengan situasi macam begini, mereka memanfaatkan situasi (pandemi Covid-19),” kata Gatot saat ekspose kasus di kantor PT ASDP Merak, Rabu (20/5/2020).

Mengenai perusahaan jasa kurir PT Alidon yang terlibat dalam pengiriman puluhan kilogram sabu tersebut pihaknya sudah menetapkan RR sebagai tersangka.

“Dia (RR) merupakan pengendali peredaran narkoba,” kata Gatot.

Akibat aksinya, tersangka diancam Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (2) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Tersangka diancam maksimal dengan dipidana mati dan pidana denda minimal Rp 10 miliar.

AYO BACA : Ribuan Generasi Muda Selamat Berkat Pengungkapan Kasus Narkoba

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar