Motta: Pengalaman di Olimpiade Beijing Bikin Saya Tidak Kaget Indonesia

  Kamis, 21 Mei 2020   Hendy Dinata
Pemain Persija asal Italia, Marco Motta. (Ayojakarta.com/Hendy Dinata)

PANCORAN, AYOJAKARTA.COM -- Persija Jakarta mencuri perhatian pencinta sepak bola Tanah Air setelah sukses merekrut mantan pemain Juventus dan AS Roma, Marco Motta.

Pemain 34 tahun kelahiran Merate, Italia, itu bukan pemain ecek-ecek di liga sepak bola negerinya. Selain pernah memperkuat klub-klub besar di Italia, Motta juga berpengalaman di level Tim Nasional. 

Motta rutin membela panji Italia sejak debutnya di Timnas U-16 pada 2002. Lalu perlahan promosi di setiap level usia dengan beberapa kali menjadi kapten tim. Puncaknya menembus Timnas Senior pada 2010 dengan mencatat dua penampilan.

Motta juga dipercaya memperkuat Timnas Italia pada Olimpiade Beijing 2008.

Pelatih Azzuri kala itu, Pierluigi Casiraghi, mempercayakan Motta untuk menempati salah satu posisi di barisan pertahanan bersama nama-nama lain seperti Paolo De Ceglie, Domenico Criscito dan Antonio Nocerino. Italia yang berada di grup D bersama Kamerun, Korea Selatan dan Honduras tampil perkasa. Mereka berhasil mengalahkan Honduras dan Korea Selatan serta imbang melawan Kamerun. Mendapatkan poin 7, Motta Cs. melenggang ke perempat final.

Namun sayang, di babak itu Italia bertemu tim yang sedang bertabur banyak pemain berbakat yakni Belgia. Azzuri pun menyerah 2-3 dari Belgia dan tersingkir dari perhelatan Olimpiade 2008.

Meski gagal memberikan gelar, Motta mengaku Olimpiade Beijing menjadi salah satu turnamen yang paling berkesan dalam kariernya.

“Ya saya selalu ingat pada Olimpiade 2008 di Beijing. Saat itu saya berada dengan pemain-pemain masa depan Italia. Olimpiade di Beijing juga membuat saya tidak kaget saat tiba di Indonesia 12 tahun kemudian karena cuaca dan kultur Asia tidak terlalu jauh berbeda,” ujar Motta, Kamis (21/5/2020).

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar