>

Penerima Bansos: Lumayan Buat Nyambung Hidup, Lauk Bisa Seadanya

  Kamis, 21 Mei 2020   Khoirur Rozi
Ilustrasi pembagian bantuan sosial dari Pemprov DKI Jakarta kepada warga. (Dok. Pemkot Jakarta Utara)

KEBAYORAN LAMA, AYOJAKARTA.COM -- Kementerian Sosial melaporkan penyaluran Bansos Tahap II untuk warga terdampak Covid-19 di Jabodetabek sudah mencapai 85,87 persen. 

Untuk mengetahui segi kemanfaatannya, Ayojakarta mewawancarai beberapa warga Jakarta penerima bansos. 

Misalnya, warga Kebayoran Lama Utara, Iyong, yang mengaku bersyukur mendapatkan paket bansos berisi bahan kebutuhan pokok atau sembako. Apalagi, pendapatannya sebagai pedagang menurun drastis selama masa PSBB.

"Terbantu banget. Lumayan buat nyambung hidup. Dagangan juga lagi sepi, pemasukan berkurang. Kebutuhan ada saja tiap hari," ungkapnya, Kamis (21/5/2020).

Iyong berharap pemerintah pusat dan daerah bisa memberikan bantuan secara berkelanjutan selama COVID-19 masih mewabah. Ia akui perekonomian keluarganya amat terpukul akibat pandemi.

"Semoga saja kita terima (bansos) terus. Harapannya ya cuma pemerintah, siapa lagi yang bisa diharapkan? Tetangga juga sama-sama susah, ekonomi susah," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Tini, warga Ciputat Tangerang Selatan. Baginya bansos dari pemerintah, terutama beras, sangat dibutuhkan dalam keadaan sulit ini. 

"Bersyukur dapet beras, yang penting kan beras. Lauk, Insya Allah bisa cari seadanya. Kan makanan pokok kita nasi, Alhamdulillah banget dapet bantuan," ujarnya.

Tini berharap wabah COVID-19 bisa segera berakhir sehingga semua orang bisa beraktivitas normal kembali. Dia juga meminta masyarakat mematuhi aturan pemerintah agar pandemi bisa ditangani.

"Saya sih pinginnya wabah ini cepat berakhir. Serba susah mau apa-apa. Pokoknya kita semua patuh saja sama pemerintah biar cepat selesai. Suka miris kalau lihat orang yang enggak menurut, maunya apa," ujar Tini.

Dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk bansos berupa sembako di Jakarta sebesar Rp 2,2 triliun. Anggaran ini dialokasikan untuk 2,6 juta jiwa atau 1,2 juta kepala keluarga.

Untuk wilayah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, pemerintah mengakokasikan anggaran Rp1 triliun untuk 1,6 juta jiwa atau 576.000 kepala keluarga.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar