Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DKI Imbau Masyarakat Lebaran di Rumah

  Jumat, 22 Mei 2020   Khoirur Rozi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Youtube Pemprov DKI Jakarta)

GAMBIR, AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI bersama Majelis Ulama Indonesia DKI Jakarta dan Dewan Masjid Indonesia mengimbau masyarakat agar berlebaran di rumah.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, lebaran di rumah dilakukan untuk meminimalisir potensi penularan Covid-19. Dia mengingatkan jangan sampai kondisi Jakarta kembali ke Maret saat kasus Positif melonjak drastis.

"Kegiatan di luar rumah berpotensi terjadinya penularan karena tetaplah berada di rumah pada hari menjelang lebaran, saat lebaran, dan hari-hari sesudah lebaran. Supaya kita tidak kembali pada situasi di bulan Maret,” kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Menurut Anies, berdasarkan kajian ilmiah dari tim epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, laporan kasus positif Covid-19 mulai menurun sejak diberlakukan PSBB. Oleh karena itu, mengurangi kegiatan di luar rumah akan semakin menekan angka penularan virus tersebut.

“Karena itulah kedisiplinan kita secara bersama-sama selama dua pekan ke depan akan menentukan apakah sesudah dua pekan ini kita bisa memulai fase transisi menuju normal baru di ibu kota. Atau bila kita tidak disiplin, kita longgar dua pekan ke depan, akan terpaksa harus diteruskan karena resiko penularan meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, menurut Ketua MUI DKI Jakarta, Munahar Mukhtar, masyarakat perlu mematuhi anjuran Pemprov DKI untuk mengurangi kegiatan di luar rumah, termasuk beribadah.

AYO BACA : Donasi dari Pemprov DKI dan Gede Widiade Untuk Para The Jakmania

“Saya berharap warga Jakarta dan umat Islam pada khususnya mari kita tetap di rumah masing-masing. Warga Jakarta tetap di Jakarta, tetap melaksanakan ibadah di rumah, insya allah itu tidak akan mengurangi nilai pahala kita kepada Allah SWT,” ucap Munahar.

Senada dengannya, Ketua DMI DKI Jakarta, KH Ma’mun Al-Ayyubi mengimbau kepada para tokoh agama agar mendukung beribadah di rumah. Menurutnya, ibadah di rumah sah hukumnya dan bagian dari jihad untuk keselamatan bersama.

“Saya mengajak kepada para DKM Masjid, Mushola, Khotib, mari bersama-sama kita bisa menahan diri. Ibadah pun tidak boleh dibarengi dengan hawa nafsu, ibadah di rumah pun sah hukumnya. Insya Allah niat kita salat di rumah adalah niat jihad untuk memberikan keselamatan bagi masyarakat,” imbuhnya.

 

Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp:  081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119.

Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.
 
Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.

AYO BACA : Kota Bogor Takbiran dan Salat Id di Rumah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar