Jelang Lebaran, Pengrajin Ketupat Palmerah Tetap Raup Untung

  Jumat, 22 Mei 2020   Fitria Rahmawati
Ilustrasi. Pedagang mengemas cangkang ketupat di kawasan Pasar Jatinegara, Jakarta, Selasa (19/5). Pengrajin kulit ketupat mulai memadati kawasan pasar Jatinegara menjelang hari raya idul fitri Foto: Republika/Thoudy Badai

GELORA, AYOJAKARTA.COM - Lebaran di masa pandemi virus corona seperti tak berpengaruh kepada pengrajin ketu[at di Pasar Palmerah. Mereka tetap meraih untung lantaran masih banyak warga yang menginginkan ketupat Lebaran.

Hingga jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, para pengrajin justru banjir orderan. Meningkatnya pesanan ketupat, menurut para pengrajin, juga dipengaruhi juga oleh larangan mudik yang diberlakukan pemerintah pusat.

"Sudah jual sekitar 10.000 ketupat, dari pukul 02.00 WIB saja sudah habis. Saya sampai kewalahan melayaninya," ujar salah satu pedagang ketupat, Indro (28) di kawasan itu, Jumat (22/5/2020).

AYO BACA : Menikmati Ketupat Gulai Paku CIlilitan yang Melegenda

Indro mengaku telah berjualan ketupat sejak H-3 lebaran. Tingginya permintaan menurut Indro terpaksa membuatnya menaikkan harga ketupat hingga 80 persen dari harga normal. Dari Rp 15.000 per sepuluh ketupat, menjadi Rp 25.000.

Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuatnya kesulitan menyetok bahan baku pembuatan ketupat, yang didatangkan dari beberapa daerah, salah satunya dari Banten. Kesulitan distribusi daun kelapa untuk ketupat itu membuat permintaan masyarakat, tidak sebanding dengan persediaannya.

"Kalau permintaan ramai biasanya kami siapin banyak. Namun kalau sekarang kan stok bahan bakunya sedikit, ya jadi gini harganya juga ikut naik," ujar dia.

AYO BACA : Cara Masak Ketupat dengan 20-30-20-30, Simak Penjelasannya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar