Rasul Membaca Doa Akhir Ramadan, Simak Doa dan Maknanya!

  Sabtu, 23 Mei 2020   Fitria Rahmawati
sebagai ilustrasi membaca Al-quran/ shutterstock

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Penghujung Ramadan 1441, masyarakat memasuki bulan Syawal sebagai pertana kemenangan. Mengumandangkan takbir, salat Id, dan bersilaturahim menjadi keutamaan bagi umat muslim di belahan dunia. Namun, ada doa yang dibaca Rasul setiap Ia melepas Ramadan dan menyambut Syawal.

Dikutip dari Islami.co, Sabtu (23/5/2020), dalam riwayat Jabir bin Abdullah al-Anshari disebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu mengingatkan untuk membaca doa di akhir Ramadan.

Adapun doa akhir Ramadan yang dibaca Rasulullah sebagai berikut.

AYO BACA : Salat Idulfitri di Rumah, Begini Panduannya

Allahumma la taj'al akhiral'ahdi min shiyamina iyyahu, fain ja'altahu fa'jalni marhuma, wa la taj'alni mahruma.

Artinya: "Ya Allah janganlah Engkau jadikan bulan Ramadhan ini sebagai Ramadhan terakhir untuk kami berpuasa. Jika pun Engkau mentakdirkan ini Ramadhan terakhir, jadikanlah aku orang yang mendapat rahmat-Mu, jangan Engkau jadikan aku orang yang malang".

Kendati begitu, Islam membolehkan membaca doa apapun selama itu mengandung kebaikan saat penghujung Ramadan.

AYO BACA : Batas Minimal Jamaah Salat Id

Keutamaan dan Amalan untuk Menghidupkan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan

Dikutip dari NU Online, Kitab Fathul Mu'in menyebut ada tiga amalan utama yang bisa dilakukan selama 10 hari terakhir bulan Ramadan.

Pertama, memperbanyak sedekah. Sedekah bisa berupa mencukupi kebutuhan keluarga, berbuat baik terhadap kerabat dan tetangga, juga bisa pula dengan memberi sumbangan. Terlebih di saat-saat melawan krisis pandemi virus corona seperti sekarang.

Kedua, memperbanyak membaca Al-quran. Seperti yang dikatakan Imam An Nawawi, membaca Al-quran di akhir malam lebih baik dibanding membaca di awal malam. Sedangkan membaca Al-quran yang paling baik di siang hari dilakukan setelah salat subuh.

Ketiga, Memperbanyak i'tikaf. I'tikaf adalah berdiam diri dengan banyak berdzikir di masjid. Namun di tengah kondisi pandemi seperti ini, sebagian ulama mazhab Syafi'i memperbolehkan untuk beri'tikaf di ruangan khusus beribadah di dalam rumah.

Selain untuk menguatkan iman kita, Guru Besar Universitas Indonesia Profesor H Dadang Hawari menyebut bahwa i'tikaf juga bermanfaat untuk kesehatan jasmani dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Ini karena pikiran kira menjadi tenang dan membuang pikiran-pikiran kalut.

AYO BACA : Takbiran di Rumah, Ini Bacaan dan Maknanya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar