671 WNI Repatriasi Positif Covid-19 Dikarantina di Wisma Atlet Pademangan

  Minggu, 24 Mei 2020   Budi Cahyono
Panglima Komando Gugus Tugas Terpadu Mayjen TNI Eko Margiyono (istimewa)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Berdasarkan pemeriksaan tes cepat menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menemukan 671 warga Negara Indonesia (WNI) repatriasi terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka kini dikarantina di Wisma Atlet Pademangan Jakarta.

Menurut Panglima Komando Gugus Tugas Terpadu Mayjen TNI Eko Margiyono, hingga Sabtu (23/5/2020) pukul 08.00 WIB, jumlah WNI repatriasi berjumlah 3.705 orang.

“Saat ini mereka sudah dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet,” kata Eko dari Kantor BNPB, Jakarta.

Eko menambahkan, WNI lainnya masih proses menunggu hasil yang akan keluar dalam 2-3 hari ke depan. Kemudian untuk jumlah pasien yang dirawat di RSD Wisma Atlet Kemayoran, terdata 1.013 orang dirawat.

AYO BACA : 23 Mei, Kasus Positif Covid-19 DKI Jakarta Tembus 6.443

Dari angka tersebut, sebanyak 700 orang yang dinyatakan positif melalui tes swab. Adapun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun Orang Dalam Pemantauan (ODP) masih menunggu hasil tes.

Pangdam Jaya ini menjelaskan, gedung yang menampung WNI berbeda dengan gedung Rumah Sakit Darurat (RSD) meskipun satu kompleks di Wisma Atlet, Jakarta.

Eko menjelaskan, gedung yang menampung WNI seperti Pekerja Migran Indonesia (PMI), mahasiswa maupun Jamaah Tabligh Akbar yang baru tiba di Tanah Air akan ditempatkan di 3 Tower di Pademangan.

Tiga Tower tersebut, kata Eko ini berbeda dengan 7 tower yang berdiri di blok Deli Serdang, Kemayoran sebagai Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet.

AYO BACA : Polisi Razia Kendaraan Masuk Wilayah Jakarta, Tanpa SIKM Disuruh Putar Balik

“Wisma karantina berbeda dengan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. Jarak dari tower blok 1 Kemayoran dan blok 2 di Pademangan kurang lebih adalah 5 kilometer,” kata Eko.

Eko menegaskan bahwa setiap orang yang baru masuk ke Indonesia melalui Jakarta baik melalui jalur darat maupun laut wajib dikarantina di 3 tower tersebut, jika penuh maka akan dialihkan ke Asrama Haji di Pondok Gede maupun di Bekasi.

“Asrama Haji di Pondok Gede maupun yang berada di Bekasi,” ucapnya.

Setelah tiba di Indonesia, para WNI wajib menjalani tes cepat menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dilakukan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Bagi yang dinyatakan negatif melalui dua kali uji sampel, maka mereka dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman, namun bagi WNI yang dinyatakan positif maka wajib menjalani karantina

AYO BACA : Jelang 1 Syawal, Penambahan Kasus Positif Coivid-19 Indonesia Capai 949

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar