>

Semoga Pengorbanan Selama Ramadan dan Idulfitri Disusul Kemajuan Signifikan

  Senin, 25 Mei 2020   Aldi Gultom
Ilustrasi - keluarga bersilaturahmi secara virtual selama Lebaran 2020 akibat pandemi COVID-19. (Antara Foto/FB Anggoro)

TANAH ABANG, AYOJAKARTA.COM -- Akibat pandemi, masyarakat terpaksa mengubah tradisi, aktivitas, dan segala kegiatan yang jamak dilakukan selama ramadan dan Idulfitri.

Anggota DPD RI dari DKI Jakarta, Fahira Idris, mengatakan, umat Islam di Indonesia dituntut menahan diri untuk tidak saling mengunjungi secara fisik, tidak mudik dan bercengkrama dengan keluarga besar di kampung halaman, 

"Semua dilakukan agar pandemi COVID-19 cepat berlalu. Tapi, bukan berarti menghilangkan makna kemanangan Idulfitri,” ujarnya.

Menurut Fahira, peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 beberapa hari terakhir mengisyaratkan butuh kolaborasi, kerja sama, konsistensi, dan kedisipilinan mentaati semua aturan terkait protokol kesehatan dan PSBB. 

Sejak dua bulan lebih sejak kasus positif pertama ditemukan, kurva positif corona Indonesia belum kunjung melandai apalagi turun signifikan. Terjadi pelambatan kasus di beberapa daerah, tetapi tingkat penularannya belum sampai level aman.

“Jika kita bisa menahan beragam aktivitas dan interaksi di luar rumah terutama selama Idulfitri ini, mudah-mudahan bulan-bulan ke depan semua pengorbanan kita selama pandemi ini mengasilkan kemajuan signifikan," ujar Senator DKI Jakarta ini. 

Selain itu, yang juga penting adalah para pengambil kebijakan di negeri harus konsisten menjalankan semua aturan penanggulangan COVID-19 yang sudah mereka tetapkan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar