>

Kenaikan Kasus Covid-19 di Jabar Kembali di Atas 40 per Hari

  Senin, 25 Mei 2020   Budi Cahyono
Grafik kumulatif kasus positif Covid-19 d Jawa Barat periode 6 Maret - 21 Mei 2020 (Sumber : pikobar.jabarprov.go.id)

AYO BACA : Pakar Kritisi Pelaksanaan PSBB Tahap Dua Surabaya Raya

AYO BACA : Ditegur Tak Pakai Masker, Oknum Polisi Marah-marah di Cek Poin Ciparay

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM – Genap sepekan setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat Jawa Barat berakhir, angka kasus positif Covid-19 di Jabar terus mengalami kenaikan.

Per-hari ini, data yang dimuat di pikobar.jabarprov.go.id menunjukan kasus positif Covid-19 di Jabar telah tembus 2.091 orang. Angka tersebut mengalami peningkatan 46 kasus dibanding hari sebelumnya.

Sementara jumlah pasien sembuh mencapai 479, meningkat 8 orang dibanding kemarin. Pasien meninggal dunia bertambah 1 orang menjadi total 128 orang.

Peningkatan di atas 40 kasus per-hari tidak hanya terjadi hari ini. Bila dirunutkan selama satu minggu setelah PSBB Jabar selesai, mayoritas peningkatan kasus positif Covid-19 setiap harinya ada di atas angka 40 orang.

Hal tersebut mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibanding dengan rata-rata peningkatan kasus positif selama PSBB berlangsung. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, sebelum PSBB diberlakukan, rata-rata peningkatan jumlah kasus positif berada di angka 40 kasus per-hari (7-21 April 2020).

"Kemudian rata-rata penambahan kasus selama PSBB (22-29 April) menurun jadi 28 kasus per-hari," ungkap Emil, sapaan Ridwan Kamil dalam video yang ditayangkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (16/5/2020).

Jelang masa akhir PSBB (30 April-13 Mei), Emil menyebut rata-rata peningkatan kasus kembali berkurang menjadi 24 kasus per-hari. Namun, saat ini angka rata-rata tersebut kembali meningkat.

Berdasarkan penelusuran data di Pikobar, dalam periode 19-25 Mei, hanya ada 2 hari yang angka peningkatan kasus positifnya berada di kisaran 20-an per-hari. Yakni pada 19 Mei (25 kasus baru) dan 20 Mei (21 kasus baru).

Ledakan peningkatan kasus positif kemudian terjadi pada 21 Mei. Pada hari tersebut, tercatat ada 176 kasus positif Covid-19 baru di Jabar.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Daud Achmad mengatakan hal tersebut terjadi karena adanya limpahan data kasus dari DKI Jakarta.

"Itu disebabkan adanya delay data yang belum diumumkan oleh pemerintah pusat pada 15 Maret lalu. Ada juga pelimpahan kasus dari DKI Jakarta," ungkap Daud di Gedung Sate Bandung, Jumat (22/5/2020).

Dia mengatakan, limpahan kasus tersebut artinya menunjukkan adanya warga Bodebek yang dirawat di DKI Jakarta. Meski dirawat di Jakarta, KTP mereka yang berasal dari Jabar pada akhirnya membuat kasus positif masing-masing dicatatkan pada database Jabar.

"Ini seperti yang pernah terjadi pada awal Mei lalu, yang dua hari tidak ada penambahan kasus tahu-tahu besoknya ada lonjakan," ungkap Daud.

Setelah limpahan kasus DKI Jakarta tersebut, keesokan harinya, angka peningkatan kasus positif Covid-19 cenderung tetap tinggi. Pada 22 Mei, tercatat terdapat 86 peningkatan kasus baru dalam sehari.

Hal tersebut disambung oleh peningkatan 40 kasus per-hari pada 23 Mei, satu hari jelang Idulfitri 2020. Sementara selama Idulfitri berlangsung, yakni pada 24-25 Mei, terjadi penambahan kasus positif Covid-19 masing-masing sebanyak 43 kasus dan 46 kasus per-hari. (Nur Khansa)

AYO BACA : Kelelawar Jenis Ini Diyakini Inang Virus Corona

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar