>

Ganjar Instruksikan Rapid Test Massal di Jateng

  Selasa, 26 Mei 2020   Budi Cahyono
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama keluarga menggelar open house virtual di Puri Gedeh, Minggu (24/5/2020). (dok)

SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo langsung menginstruksikan agar dilakukan rapid test secara massal. Untuk menunjang hal tersebut sampai saat ini Pemprov Jateng telah mendistribusikan 38.111 rapid test ke seluruh kabupaten/kota. 

Ganjar mengatakan rapid test itu bakal menyasar pusat-pusat keramaian yang kemungkinan jadi episentrum baru, dan kemungkinan bisa jadi transmisi lokal.

Pelaksanaan rapid test massal tersebut sudah sangat mendesak untuk melihat perkembangan pasca-Ramadan dan lebaran kemarin.

Terlebih dirinya mendapat laporan data dari Universitas Indonesia yang menyebutkan pergerakan masyarakat Jawa Tengah versi Google sangat tinggi. 

"Itu gambaran seluruh Jawa Tengah karena basisnya adalah mobile phone yang dia (warga) pakai itu dipantau, seberapa pergerakannya karena kan GPS-nya kan hidup. Ternyata kita cukup tinggi. Artinya masih banyak yang keluyuran dan kerumunan. Jadi potensi penularan yang tinggi," kata Ganjar, Selasa (26/5/2020).

"Beberapa bupati dan wali kota sudah melakukan. Seperti di Kota Semarang kemarin, di Pasar Kobong langsung menemukan 26, di dua masjid Semarang Barat menemukan tiga," sambung Ganjar. 

AYO BACA : Ganjar Sebut Sejumlah Daerah di Jateng Ajukan PSBB Buntut Klaster Ijtimak Ulama Gowa

Selain pusat-pusat keramaian tersebut, dia juga mengatakan jajarannya sampai saat ini terus melakukan penelusuran satu persatu orang dari daerah episentrum. Misalnya dari Jakarta, Bogor, Gowa dan Jawa Timur. Termasuk setelah outbreak terjadi di RS Kariadi, Salatiga, Purworejo dan di Kota Semarang. 

"Kalau ini di-rapid test lebih banyak lagi kita akan tahu sebenarnya persebarannya di masyarakat seperti apa representasinya," tandasnya. 

Sampai saat ini 35 kabupaten/kota di seluruh Jawa Tengah telah menerima distribusi rapid test. Ia mengatakan pendistribusian rapid test tersebut ditujukan ke dinas kesehatan kabupaten/kota dan rumah sakit rujukan COVID-19. 

"Minggu kemarin sudah kita distribusikan beberapa peralatan bahkan ada inisiatif dari daerah melakukan rapid test sendiri," katanya.

Totalnya sampai saat ini sebanyak 38.111 rapid test telah terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama, jumlah rapid test yang terdistribusi sebanyak 27.011. Untuk dinas kesehatan kabupaten/kota sebanyak 24.641, sementara untuk rumah sakit sejumlah 2.370. 

Dari jumlah tersebut yang sudah dilakukan pemeriksaaan sebanyak 22.337, yang reaktif terdapat 809 orang, nonreaktif ada 21.528. Sementara untuk tahap kedua, yang distribusikan ke 35 kab/kota sejumlah 11.100. Sampai saat ini sudah dilakukan pemeriksaan sebanyak 3.411. 94 di antaranya reaktif dan 3.317 nonreaktif. Saat ini rapid test yang tersisa sebanyak 12.363. 

"Sekarang kita tinggal meminta tempat kerumunan di-rapid test, selain mereka yang pasti di-rapid test seperti pemudik, pekerja migran, di pasar, mall atau berasal dari daerah epicentrum COVID-19," kata Ganjar. (Afri Rismoko)

AYO BACA : Ratusan Pemudik dari Jateng Menuju Jabodetabek

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar