Jabar Persiapan Hadapi Prediksi Gelombang II Covid-19

  Rabu, 27 Mei 2020   Budi Cahyono
[ilustrasi] Wabah virus corona. (dok Ayosemarang)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersiap-siap menghadapi prediksi gelombang kedua Covid-19 jika benar-benar terjadi.

Walau masih prediksi, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat Daud Ahmad berharap gelombang kedua penyebaran virus corona tidak terjadi.

"Sebetulnya, dari awal di Jabar dengan persiapannya mudah-mudahan bisa saya katakan kita sudah siap. mudah-mudahan gelombang kedua tidak terjadi," ujar Daud, Selasa petang (26/5/2020).

Daud mengatakan, persiapan Jabar tampak dari jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit rujukan. Di mana tingkat keterisian saat ini ada di angka 30 persen, artinya ada 70 persen yang masih kosong. "Mudah-mudahan tidak terisi," kata Daud. 

Selain itu, menurut Daud, tempat isolasi di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jabar pun hanya setengahnya yang saat ini terisi. Pemprov Jabar pun telah menyiapkan sebanyak 200 kamar untuk isolasi masyarkat yang terpapar virus corona. 

Daud mengatakan, ruangan isolasi pun telah disiapkan oleh pihak militer yang hingga saat ini belum digunakan untuk menampung masyarakat.

"Tempat isolasi juga tidak hanya di provinsi tapi di kabupaten kota juga sudah dipersiapkan untuk tempat isolasi," kata Daud.

Saat ditanya mengenai skenario menyambut era new normal yang akan diterapkan provinsi Jawa Barat, Daud mengaku, sejauh ini masih mengacu pada peraturan pemerintah nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).  

"Jadi protokol kesehatannya tetap dilakukan. Juga Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 29 tahun 2020. Terakhir, menteri kesehatan juga mengeluarkan keputusan menteri mengenai protokol kesehatan di tempat kerja dan industri yang lebih detail," paparnya.

Menurutnya, untuk membatasi kontak antarmasyarkat, Pemprov Jabar pun sudah menggagas sistem agar aktivitas perniagaan dapat dicapai melalui pendekatan digital. Apalagi, belum lama ini sudah diluncurkan pasar digital di Jawa Barat agar ekonomi tetap berjalan tetapi protokol kesehatan juga diperhatikan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar