>

Studi Terbaru: Pasien Corona Kehilangan Penciuman Bisa Jadi Pertanda Baik

  Rabu, 27 Mei 2020   Editor
Ilustrasi gejala terinifeksi virus corona

AYOJAKARTA.COM --  Banyak informasi yang beredar mengenai gejala virus corona. Salah satunya ketika tubuh kehilangan indera penciuman dan pengecap.  

Namun sekarang, para peneliti mengklaim bahwa kehilangan penciuman sebenarnya bisa menjadi hal yang baik bagi pasien positif COVID-19.

Para peneliti dari UC San Diego Health menyatakan hilangnya penciuman menandakan pasien akan terserang penyakit yang lebih ringan.

"Normosmia atau indera penciuman normal adalah prediktor independen untuk masuk dalam kasus COVID-19. Dalam penelitian sebelumnya, kami menemukan bahwa kehilangan fungsi penciuman adalah gejala awal yang umum, setelah demam dan kelelahan. Yang penting dalam temuan baru ini adalah kehilangan penciuman mungkin merupakan prediktor bahwa infeksi COVID-19 tidak akan separah ini dan kecil kemungkinannya memerlukan rawat inap," ucap Dr Carol Yan, peneliti yang memimpin penelitian ini, seperti dikutip dari Mirror, Rabu (27/5/2020).

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menganalisis 169 pasien yang positif virus Corona dalam periode 3 Maret dan 8 April. Dari 169 pasien yang dianalisis, sebanyak 26 orang dirawat di rumah sakit. Namun, analisis mengungkapkan bahwa pasien-pasien ini secara signifikan lebih kecil kemungkinannya memiliki kehilangan penciuman atau kehilangan indera pengecap dibandingkan pasien yang tidak dirawat di rumah sakit.

"Pasien yang memiliki gejala kehilangan penciuman 10 kali lebih kecil kemungkinan untuk dirawat karena COVID-19 dibandingkan dengan mereka yang tidak kehilangan penciuman," kata Dr Adam DeConde, seorang penulis senior penelitian ini.

Meski temuan ini masih belum jelas, para peneliti mengatakan bahwa virus awalnya terkonsentrasi di hidung dan saluran napas bagian atas, di mana akan berdampak pada indera penciuman dan menghasilkan infeksi yang lebih ringan ketimbang ketika virus telah mencapai paru-paru.

Penelitian ini dilakukan tidak lama setelah kehilangan penciuman ditambahkan sebagai gejala atau tanda peringatan dini dalam COVID-19, selain demam dan batuk terus-menerus. 

Pedoman di Inggris menyarankan orang yang memiliki salah satu dari tiga gejala tersebut harus mengisolasi diri selama tujuh hari.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar