Menangani Covid-19, Pemkot Depok Masifkan Penggunakan Aplikasi Picodep

  Kamis, 28 Mei 2020   Budi Cahyono
Petugas Medis melakukan tes swab saat rapid test massal di Depok, Jawa Barat, Jumat (22/5/2020).

DEPOK, AYOJAKARTA.COM -- Pemkot Depok masifkan penggunakan aplikasi Picodep dalam menangani Covid-19 di Kota Depok.

Kepala Sub Bagian Perencanaan Evaluasi dan Pelaporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Zakiyah menjelaskan Aplikasi Picodep memudahkan komunikasi dari level gugus tugas sampai ke KSC serta sejawatan Puskesmas.

AYO BACA : Mencegah Penularan Corona, Pemkot Depok Perpanjang PSBB hingga 4 Juni

Picodep berisi data terkini mengenai perkembangan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG) setiap harinya.

Dia menambahkan, data-data ini bersumber dari bank data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Rumah Sakit (RS) rujukan Covid-19, Call Center 112, layanan kegawatdaruratan 119 yang telah terverifikasi.

"Picodep dapat diakses oleh tim dari gugus tugas tingkat kota, camat, lurah, Puskesmas hingga Satuan Tugas (Satgas) KSC,” ucap Zakiyah, Rabu (27/5).

Adapun aplikasi KSC, tak berbeda jauh dengan Picodep. Namun aplikasi tersebut dilengkapi dengan tiga menu utama yakni, informasi jumlah kasus terkini, informasi penting, dan forum diskusi mengenai Covid-19.

Aplikasi ini juga dapat digunakan untuk mengecek sebaran kasus Covid-19 dalam radius dua kilometer.

"Serta informasi imbauan wali kota dan gugus tugas, hingga pemulasaraan dan pemakaman jenazah pasien Covid-19. Mudah-mudahan kedua aplikasi ini bisa disebarluaskan oleh camat dan lurah, sehingga dapat diakses oleh berbagai pihak terkait," ucap Zakiyah.

AYO BACA : Keluarga Tenaga Medis RSUD Depok Diharuskan Isolasi di Rumah Sakit

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar