Pemkot Bekasi Siapkan Rumah Singgah bagi Pendatang

  Kamis, 28 Mei 2020   Budi Cahyono
[ilustrasi] Petugas memeriksa suhu tubuh pengendara di check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Gerbang Tol Pasteur, Kota Bandung, Selasa (25/5/2020).(Ayobandung.com/Kavin Faza)

BEKASI, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyiagakan 32 titik lokasi perbatasan dengan Depok, Bogor, dan DKI Jakarta, guna melakukan pengecekan warga pendatang yang memasuki Kota Bekasi.

Setiap pendatang yang masuk Kota Bekasi akan dilakukan protokol kesehatan sangat ketat pada arus balik Lebaran 2020. Hal itu dilakukan guna meminimalisir penyebaran penularan virus Corona Covid-19.

AYO BACA : Terjaring Penyekatan di Tasikmalaya, Pemudik Tujuan Jakarta Diminta Putar Balik

"Kami akan lakukan pemeriksaan kesehatan hingga pengecekan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi warga yang menuju DKI Jakarta melalui Bekasi," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Kompleks Stadion Patriot Candrabhaga, Kamis (28/5/2020).

"Bagi warga Jakarta yang lewat Bekasi silakan dari tol langsung ke Jakarta. Jangan mampir ke Kota Bekasi terlebih dahulu. Kalau mampir kita balikin," imbuhnya.

AYO BACA : 2.989 Kendaraan Disuruh Putar Balik ke Luar Jakarta

Rahmat menjelaskan, di 32 titik pengecekan akan dilakukan rapid test. Sebelum hasil tes keluar, warga pendatang akan ditempatkan di Rumah Singgah, Kelurahan Padurenan, Kecamatan Mustikajaya.

"Jika selesai (hasil tes) mereka dinyatakan negatif baru kita perbolehkan (masuk)," jelasnya.

Tidak hanya warga pendatang baru. Warga yang berdomisili di Kota Bekasi setelah sebelumnya mudik ke sejumlah daerah juga tetap melewati protokol kesehatan berupa rapid test.

"Nanti kita lakukan pengecekan hingga 24 jam, dan semua masayarakat harus mematuhi aturan ini," tegasnya.

AYO BACA : Korlantas: Penyekatan Arus Balik Berjalan Efektif

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar