--> -->

Ini 6 Poin Utama Saat Pelaksanaan The New Normal di Jawa Barat

  Jumat, 29 Mei 2020   Fitria Rahmawati
Sebagai ilustrasi, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi memantau penerapan wajib memakai masker di sejumlah ruas jalan Kota Sukabumi, Jumat (1/5/2020). Mengenakan masker menjadi salah satu kebiasaan baru masyarakat. Foto: Republika/ riga nurul iman

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyampaikan wilayahnya memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi hingga Juni 2020. Wilayah Bodebek akan melakukan perpanjangan dari 30 Mei-4 Juni 2020. Sementara di luar Bodebek, perpanjangan dilakukan selama 14 hari, mulai 30 Mei-12 Juni 2020.

Dalam pelaksanaan The New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Ridwan Kamil telah menjabarkan sejumlah poin teknis untuk diperhatikan :

1. Waktu pelaksanaan diserahkan pada kepala daerah

Ridwan Kamil mengatakan, AKB akan dimulai secara perlahan dan bertahap. Pelaksanaan skema ini akan dimulai pada 1 Juni mendatang, namun waktunya spesifiknya kembali diserahkan pada kepala daerah yang bersangkutan, sesuai dengan kesiapan masing-masing.

"Bagi yang siap memulai 1 Juni, silakan. Bagi yang belum siap jangan dipaksakan," ungkap Emil di Gedung Pakuan Bandung, Jumat (29/5/2020).

Selama 14 hari pertama pelaksanaan AKB, akan ada 21 ribu petugas gabungan dari TNI dan Polri yang akan disiagakan di titik-titik potensi keramaian yang mulai dibuka. Seperti rumah ibadah, tempat perbelanjaan, dan sebagainya.

"Jangan kaget bila nanti ada TNI dan Polisi di rumah-rumah ibadah, atau nempel di acara-acara sosial. Tujuannya adalah untuk memastikan protokol kesehatan terlaksana," ungkapnya.

2. Pusat aktivitas warga dibuka bertahap

Daerah yang diperkenankan melaksanakan AKB tidak boleh langsung membuka seluruh pusat aktivitas warga secara serentak. Pembukaan pusat aktivitas setidaknya dibagi ke dalam tiga tahap.

Tahap pertama adalah pembukaan rumah ibadah. Pada 1 Juni, para kepala daerah diperkenankan untuk membuka kembali rumah-rumah ibadah dengan hanya memfungsikan 50% dari kapasitasnya.

Tahap kedua adalah pengoperasian sektor ekonomi. Pada tahap ini, sektor ekonomi yang boleh beroperasi adalah yang memiliki resiko penyebaran Covid-19 kecil, meliputi industri dan perkantoran.

"Tahap ketiga baru untuk retail dan shopping mall, pokoknya yang bersifat hilir mudik orang keluar masuk. Ini adalah sektor ekonomi resiko tinggi," ungkapnya.

Dia mengatakan, jarak antara memulai satu tahap dengan tahap lainnya adalah 7 hari. Setelah satu minggu pelaksanaan tahap pertama, akan dilakukan evaluasi sebelum tahap kedua dimulai.

"Ini untuk memastikan bahwa tidak ada hal buruk terjadi selama 7 hari tersebut. Kalau ternyata ada, ya tahap selanjutnya akan diundur," ungkapnya.

AYO BACA : Resmi, Pemprov Jabar Perpanjang PSBB hingga Juni

Sementara itu, kegiatan pariwisata di zona biru boleh dibuka namun tidak boleh mengundang kerumuman. Wisata yang diperkenankan hanyalah solo traveling.

"Wisata keluarga belum boleh," ungkapnya.

3. Mall harus menyertakan surat pernyataan

Emil mengatakan, mall yang nantinya diizinkan beroperasi harus menyerakan surat pernyataan. Isinya menyatakan bahwa pihak mall memahami protokol kesehatan.

"Kami juga meminta ada 1 orang yang ditugaskan sebagai Gugus Tugas Covid-19 di toko itu, jadi manajer penanganan Covid-19. Sehingga bila ada petugas yang bertanya, dia bisa memperlihatkan surat pernyataan tersebut," ungkapnya.

4. Sekolah tetap tutup

Seluruh aktivitas sekolah belum diperbolehkan untuk dibuka dalam skema AKB. Emil mengatakan hal tersebut dilakukan guna melindungi anak-anak yang dinilai masih rentan terpapar bila kembali beraktivitas dalam suasana sekolah yang ramai.

"Sekolah belum boleh sama sekali beroperasi, walaupun di zona biru. Anak-anak harus diutamakan keselatamannya," ungkapnya.

"Sekolah tetap tutup sampai kami betul-betul yakin tidak ada ancaman yang luar biasa," tambahnya.

5. Akan hadir rapid test keliling

Selama AKB berlangsung di 15 daerah di atas, Emil menyebutkan nantinya akan hadir ambulan berbentuk mobil keliling yang isinya membawa alat-alat rapid test. Pengetesan massal akan dilakukan lewat setidaknya 400 ambulan yang disebar ke daerah-daerah pelaksana AKB.

6. Bisa kembali jadi PSBB

Meskipun sudah dinyatakan masuk ke dalam zona biru dan diperkenankan melaksanakan AKB, Emil mengatakan bahwa bukan tidak mungkin suatu daerah kembali mundur ke zona sebelumnya--dalam hal ini zona kuning.

"Jangan kaget kalau nanti angka-angkanya kurang baik, akan melakukan PSBB lagi. Tiba-tiba dari zona biru ke kuning, dari zona kuning ke merah, itu bisa (diberlakukan) PSBB lagi," ungkapnya. Nur Khansa

AYO BACA : Ridwan Kamil Pastikan Sekolah Masih Dari Rumah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar