Tak Bisa Tunjukkan SIKM di Stasiun Gambir, Ratusan Pendatang Diisolasi

  Sabtu, 30 Mei 2020   Budi Cahyono
[Ilustrasi] Pelanggar PSBB yang dikenakan sanksi sosial oleh petugas di check point Pasar Rebo, Jaktim. (Suara.com/Bagaskara).

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM  -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat menjaring ratusan pendatang yang berhenti di Stasiun Gambir tanpa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Mereka yang gagal menunjukkan SIKM, kemudian diisolasi di dua Gelanggang Olah Raga (GOR) Tanah Abang dan Kecamatan Gambir.

Selama periode 22-28 Mei 2020, Satpol Jakarta Pusat telah menjaring 330 warga yang kedapatan tak memiliki SIKM saat dilakukan pemeriksaan di Stasiun Gambir. Selama di tempat tersebut, mereka juga diminta mengikuti rapid test dan swab test Covid-19.

AYO BACA : Pendatang Tanpa SIKM Wajib Tes COVID-19 dengan Biaya Sendiri

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat, Bernard Tambunan mengatakan, ratusan warga yang terjaring tersebut selanjutnya ditindak dengan diminta menjalani isolasi mandiri di dua GOR di wilayah Jakarta Pusat.

"Lokasi pengecekan SIKM ada di Stasiun Gambir. Dari tanggal 22 hingga 28 Mei, totalnya ada 330 warga yang tidak bisa menunjukan SIKM kepada petugas," ujarnya, Sabtu (30/5/2020).

"Apabila hasil swab test dinyatakan positif, mereka langsung dirujuk ke rumah sakit. Sebaliknya jika hasil swab test negatif, mereka dianjurkan kembali ke kampung halamannya," sambungnya.

AYO BACA : Setelah 7 Juni, Pemeriksaan SIKM Ditarik Mundur ke Perbatasan Jakarta dengan Bodetabek

Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat melakukan pengawasan arus balik mudik di Stasiun Gambir. Hasilnya ada banyak pendatang baru yang diamankan karena tidak memiliki SIKM.

Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara mengatakan, kepemilikan SIKM sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 47 tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Berpergian Keluar Atau Masuk Provinsi DKI dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Dia melanjutkan, lima pendatang baru yang tak memiliki SIKM selanjutnya langsung dibawa ke Gedung KONI, Tanah Abang untu menjalani karantina.

"Selama dikarantina, mereka akan melakukan swab test. Apabila hasil swab test dinyatakan positif, masa karantina akan dilanjutkan," ujarnya.

Sebelumnya warga dari daerah yang akan masuk ke wilayah Jakarta diminta mengurus SIKM secara online. Pengurusan SIKM ini sebagai syarat dalam rangka pengetatan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke tiga yang diharapkan jadi PSBB yang terakhir di Jakarta.

AYO BACA : Pemohon Keluhkan Situs SIKM Sulit Diakses

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar