>

4 Daerah di Wilayah Cirebon Lanjutkan PSBB

  Sabtu, 30 Mei 2020   Budi Cahyono
Lima kepala daerah di Wilayah Cirebon (Ciayumajakuning) menyepakati penetapan PSBB lanjutan maupun AKB dalam tangani Covid-19. (Ist)

CIREBON, AYOJAKARTA.COM -- Empat dari lima daerah di Wilayah Cirebon (Ciayumajakuning) memilih melanjutkan penerapan PSBB.

Selain Kabupaten Cirebon yang memilih menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB), empat daerah yang melanjutkan PSBB masing-masing Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan.

Meski begitu, dalam sebuah rapat koordinasi antarpemimpin se-Wilayah Cirebon di Balai Kota Cirebon pada Jumat (29/5/2020) malam, kelima kepala daerah sepakat, PSBB yang diterapkan di empat daerah akan menuju AKB.

"Kami berempat melaksanakan PSBB yang menuju ke arah AKB. Kabupaten Cirebon, PSBB-nya distop, tapi tujuannya sama ke arah AKB. Jadi prinsipnya sama, kami berlima membawa Ciayumajakuning menuju AKB," kata Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis. 

Secara umum, Provinsi Jawa Barat sendiri masih melanjutkan PSBB. Namun, sebutnya, gubernur telah menyerahkan kepada setiap kepala daerah se-Jabar, untuk menilai dan menetapkan kebijakannya masing-masing dalam hal penanganan Covid-19.

Baik PSBB dan AKB diketahui sama-sama membutuhkan komitmen setiap daerah untuk melakukan pengetatan di kawasan perbatasan.

"Tetapi, untuk sektor perekonomian, tetap diberikan kelonggaran," kata Azis.

Setiap daerah di Wilayah Cirebon diketahui memiliki ketergantungan pada sektor ekonomi. Dia menyontohkan, petani di Kabupaten Kuningan maupun Majalengka, selama ini tak sedikit yang menjual hasil panennya ke wilayah Kota Cirebon dan sekitarnya.

AYO BACA : PSBB Berakhir, Kabupaten Cirebon Ganti Berlakukan AKB

Sektor perekonomian diakui kelimanya paling tertekan selama pandemi Covid-19. Baik AKB yang diterapkan di Kabupaten Cirebon maupun PSBB lanjutan yang diterapkan di empat daerah, ditegaskannya bertujuan mendorong perekonomian.

"Sekaligus menjaga masyarakat dari penyebaran Covid-19," tandasnya.

Bupati Majalengka, Karna Sobahi menyebut, penerapan upaya penanganan Covid-19 di empat daerah se-Wilayah Cirebon merupakan kombinasi PSBB dan AKB.

"Pada prinsipnya para kepala daerah di Wilayah Ciayumajakuning menyepakati melanjutkan PSBB Tahap 2, dengan mengombinasikan penerapan AKB di daerahnya masing-masing," jelasnya, Sabtu (30/5/2020).

Pengombinasian PSBB dan AKB diambil dengan pertimbangan hampir semua kasus Covid-19 (positif) di Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Majalengka, dan Kuningan, merupakan kasus impor (imported case). 

Itu sebabnya, sambung Karna, butuh penguatan kembali pada setiap check point di kawasan perbatasan guna mendeteksi keluar masuk orang dari daerah lain.

"Di daerah perbatasan inilah mobilitas masyarakat cukup tinggi, sehingga rawan terjadi kasus Covid-19 akibat imported case," tuturnya.

Selain itu, kelima kepala daerah akan mempertajam kembali jalinan kerjasama di bidang perdagangan pada beragam komoditas.

"Kami berlima juga menyetujui agar terus menjaga stabilitas ekonomi dengan memberi kemudahan kepada pelaku usaha yang berniaga di wilayah Ciayumajakuning sesuai protokol pencegahan Covid-19," pungkasnya.(Erika Lia)

AYO BACA : New Normal, Keraton Kesapuhan Cirebon Kembali Dibuka

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar