Kemensos Bentuk Tim Tata Hidup Baru agar Tetap Produktif

  Minggu, 31 Mei 2020   Widya Victoria
Sekretaris Jenderal Kemensos Hartono Laras

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Kementerian Sosial (Kemensos) membentuk tim Tata Hidup Baru untuk mengimplementasikan kebijakan the new normal life di tengah pandemi COVID-19.

Sekretaris Jenderal Kemensos Hartono Laras menyampaikan, sebenarnya kebijakan New Normal Life itu tidak jauh berbeda dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebab, semua pihak mesti menjalankan protokol kesehatan.

“Sesuai arahan dari Menteri Sosial, untuk menyambut pelaksanaan kebijakan then new normal life, kita sudah membentuk Tim, yang kita namakan Tim Tata Hidup Baru ASN Kemensos. Ini salah satu upaya kita untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan. Dan juga mengikuti protokol yang dikeluarkan Kemenpan-RB,” tutur Hartono Laras, Sabtu (30/5/2020).

Belajar dari pelaksanaan protokol kesehatan dan protokol kerja selama tiga bulan terakhir, lanjut Hartono, setiap orang, khususnya instansi-instansi negara dan pemerintahan diwajibkan melaksanakan social distancing, physical distancing, Work From Home (WHF), penggunaan masker, sanitizer, alat pengukur suhu badan dan larangan berkerumun.

Hal yang sama juga akan diteruskan ketika mengimplementasikan kebijakan the new normal life.

“Kepatuhan dan kesadaran bersama untuk memulai hidup yang baru, harus tetap menjalankan protokol kesehatan dan protokol kerja. Bagaimana pun, kita sebagai makhluk sosial, tidak mungkin bisa hidup terisolasi terus menerus. Karena itu, dibutuhkan kesadaran bersama,” ujar Hartono.

Meski begitu, lanjut dia, bukan berarti dikarenakan situasi pandemi COVID-19 masih terjadi, lantas kinerja menjadi menurun. “Harus tetap produktif. Misalnya, tidak semua bidang bisa menerapkan WFH. Ada yang memang wajib ngantor. Itu menjadi tantangan tersendiri. Dengan tetap meningkatkan produktivitas kerja,” tegasnya. 

Selama tiga bulan belakangan, ia mencermati ada budaya dan kesadaran baru yang sudah mulai tercipta. Penggunaan teknologi informasi menjadi salah satu alternatif yang efektif dalam menjalankan tugas-tugas dan kewajiban. Misal, dalam penyelenggaraan rapat-rapat dan koordinasi, Kemensos kini menerapkan juga penggunaan teknologi informasi.

“Sehingga tidak harus bertatap muka langsung dan berkumpul di dalam satu ruangan. Kinerja bisa efektif juga. Dan koordinasi bisa cepat,” jelasnya.

Kecuali, ada pekerjaan dengan prioritas sangat tinggi yang membutuhkan tatap muka langsung, maka tidak melalui video conference.

Diakuinya memang masing-masing instansi memiliki protokol sendiri-sendiri. Namun secara umum, ada dua protokol yang mesti dijalankan, yakni protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan dan protokol kerja dari Kemenpan-RB.

Hartono mengatakan, menghadapi new normal life, kesadaran masyarakat juga sangat diperlukan. “Kita juga melengkapi dan mempersiapkan sarana prasarana pendukung di setiap bidang, untuk bisa menerapkan kebijakan new normal life itu,” ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar