Aksi Solidaritas Insan Olahraga untuk George Floyd

  Senin, 01 Juni 2020   Budi Cahyono
Selebrasi Jadon Sancho usai mencetak hattrick pertamanya selama karier profesional. Sancho menulis “Justice for George Floyd” di kaus pelapis. (Foto: EPA-EFE/LARS BARON)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Para insan olahraga dunia menaruh perhatian besar atas meninggalnya George Floyd. Aksi solidaritas pun meluncur deras dari berbagai liga dan cabang olahraga di seluruh dunia.

Dilansir AFP, Senin (1/6/2020), pesepakbola Prancis Marcus Thuram dan pemain timnas Inggris Jadon Sancho menyerukan keadilan untuk Floyd setelah mencetak gol dalam pertandingan Bundesliga Jerman tadi malam.

Thuram berlutut setelah mencetak gol untuk Borussia Moenchengladbach dalam pertandingan melawan Union Berlin, sedangkan Sancho merayakan salah satu dari tiga golnya untuk Borussia Dortmund kala melawan Paderborn dengan mengangkat kostum timnya untuk memperlihatkan kaus pelapis bertuliskan "Justice for George Floyd" atau "Keadilan untuk George Floyd".

Tindakan Thuram dan Sancho dilakukan sehari setelah gelandang Schalke asal Amerika Serikat Weston McKennie mengenakan ban lengan bertuliskan "Justice for George" saat menghadapi Werder Bremen.

Sikap Thuram berlutut ini mengingatkan orang kepada protes rasisme AS yang dipelopori mantan quarterback NFL Colin Kaepernick yang berlutut saat lagu kebangsaan AS dinyanyikan pada sebuah pertandingan dalam 2016 sehingga memicu kemarahan.

Gerakan Kaapernick itu kini ditiru terutama setelah Floyd yang merengek kepada polisi yang menindasnya agar melepaskan injakan lutut si polisi Minneapolis ke lehernya selama beberapa menit karena dia sudah tidak bisa bernapas.

"Paham kan kalian SEKARANG!!??!!??" cuit Superstar NBA LeBron James di atas foto yang mengguncang rakyat AS itu.

"Banyak hal penting yang terjadi di dunia saat ini yang harus kita atasi dan bantu untuk mengubahnya," kata Sancho yang dihadiahi kartu kuning karena ulahnya mencopot kostum tim yang dikenakannya.

Pelatih Gladbach Marco Rose menyatakan mendukung Thuram. "Marcus telah mengungkapkan maksudnya. Dia telah memberi contoh menentang rasisme yang kami semua dukung," kata Rose.

Thuram adalah putra mantan bintang sepakbola Prancis yang pernah memenangkan Piala Dunia, Lilian Thuram. Lilian menjalankan yayasan Pendidikan Anti-Rasisme di Paris.

Protes juga dilakukan forward Boston Celtics Jaylen Brown dan forward Philadelphia 76ers Tobias Harris. Keduanya adalah di antara sejumlah pemain NBA yang ikut serta dalam demonstrasi antirasis di AS. Brown kembali ke kampung halamannya di Georgia untuk memimpin demonstrasi damai di Atlanta.

"Saya berkendara 15 jam untuk sampai ke Georgia," kata Brown. "Pertama dan yang paling penting, saya kulit hitam dan saya anggota masyarakat ini."

Legenda NBA Michael Jordan yang jarang mengomentari masalah sosial, turut bersuara dengan mendukung para demonstran.

"Saya mendukung orang-orang yang mengecam rasisme dan kekerasan terhadap orang kulit berwarna di negara kita," kata Jordan yang kini pemilik klub NBA Charlotte Hornets.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar