Bisa Lewat WhatsApp, Begini Cara Klaim Token Listrik Gratis Juni 2020

  Senin, 01 Juni 2020   Budi Cahyono
Ilustrasi token listrik (Ayobandung/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Sebagai stimulus selama pandemi Covid-19, Pemerintah mengadakan program token listrik gratis dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Stimulus token listrik gratis kepada pelanggan PLN diberikan selama 6 bulan hingga September 2020.

Terdapat 4 golongan pelanggan yang berhak mendapatkan bantuan token listrik gratis PLN, yakni pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA, pelanggan rumah tangga daya 900 VA subsidi (potongan harga 50 persen), pelanggan bisnis kecil (BI) daya 450 VA dan pelanggan industri kecil (I1) daya 450 VA.

Pelanggan bisa mendapatkannya dengan login ke www.pln.co.id atau via WhatsApp. Berikut ini cara mengklaim token listrik gratis dari PLN untuk bulan Juni 2020.

Cara klaim token listrik gratis melalui website resmi PLN:

1. Buka alamat website www.pln.co.id

2. Masuk ke pilihan 'Stimulus covid-19'.

3 Masukkan ID Pelanggan atau Nomor Meter pada kolom pencarian

4. Masukkan kode captcha sesuai gambar di samping kiri

5. Klik menu Cari sampai muncul token gratis di layar

6. Masukkan token gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID pelanggan

Cara klaim token listrik gratis melalui aplikasi WhatsApp:

1. Buka Aplikasi WhatsApp

2. Ketik "Listrik Gratis" lalu kirim pesan WhatsApp ke nomor 08122-123-123

3. Ikuti petunjuk yang diberikan, termasuk memasukkan ID pelanggan

4. Token gratis akan muncul

5. Masukkan token gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID pelanggan.

Perlu diketahui, agar dengan mudah mendapatkan token listrik gratis PLN ini kalian perlu memperhatikan beberapa hal. Misalnya, hindari jam sibuk saat mengakses situs resmi PLN atau WhatsApp.

Masyarakat dapat melakukannya di waktu-waktu seperti dini hari atau subuh. Selain itu, cek kode rekening listrik. Pastikan kode rekening termasuk dalam kapasitas 450 VA dan 900 VA yang bersubsidi.

Jika terdapat kode "M" pada nomor struk tagihan artinya bukan golongan subsidi. Misalnya "R1M/900VA" maka "M" di sana artinya mampu atau bukan golongan subsidi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar