Industri Pariwisata Paling Terpukul Akibat Pandemi Covid-19

  Senin, 01 Juni 2020   Budi Cahyono
[ilustrasi] Selama pandemi Covid-10, obyek wisata Situ Ciburuy, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (25/5/2020), sepi dari pengunjung. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SOREANG, AYOJAKARTA.COM -- Sejak dua bulan lalu, hampir semua industri mengalami penurunan omzet. Namun industri pariwisata merupakan sektor paling terpukul akibat adanya larangan aktivitas untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Memang yang paling terpukul itu industri pariwisata. Mereka tidak bisa buka selama beberapa bulan ini," tutur Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Yosep Nugraha, Senin (1/6/2020).

Bahkan kata Yosep, di Kabupaten Bandung banyak obyek wisata yang merugi besar dan hampir bangkrut.

"Karyawan banyak yang dirumahkan karena obyek wisata tidak ada pemasukan. Bahkan ada pengusaha pariwisata hampir gulung tikar," katanya.

Kemungkinan dibuka kembali industri pariwisata menyusul penetapan new normal, menjadi angin segar bagi pariwisata. Walaupun kemungkinan akan ada pembatasan, pelaku usaha industri pariwisata menyabut baik dan siap menjalankan protokol kesehatan.

Salah satu yang sudah menyatakan kesiapan melakukan prosedur ketat adalah penyedia jasa angkutan perahu di Situ Patengan, Kecamatan Rancabali.

AYO BACA : Pembukaan Obyek Wisata Kabupaten Bandung Menunggu Evaluasi Gubernur

Puluhan tukang perahu di obyek wisata tersebut menyatakan siap untuk mengurangi jumlah penumpang sampai 50% dengan risiko penurunan omzet. (Mildan Abdalloh)

AYO BACA : Obyek Wisata Kota Bandung Tidak Dibuka Selama PSBB Proporsional

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar