Selama Pandemi, Hoaks dan Narkoba Meningkat di Jakarta

  Selasa, 02 Juni 2020   Budi Cahyono
[ilustrasi] Selama pandemi Covid-19, Polda Metro Jaya telah menyelidiki sedikitnya 480 hate speech atau berita-berita bohong seputar Covid-19. (dok)

AYO BACA : Artis Inisial DS yang Ditangkap Dwi Sasono

AYO BACA : Kominfo Temukan 474 Hoaks Terkait Covid-19, Johnny Minta Platform Take Down

JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan, angka kriminalitas di wilayah DKI Jakarta menurun selama pandemi Covid-19. Namun, data penurunan tersebut justru berbalik pada kasus narkoba dan berita bohong atau hoaks.

"Contohnya narkoba salah satunya, yang kedua adalah penyebaran berita-berita hoaks," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin (1/6/2020).

Yusri mengatakan penurunan angka kriminalitas di wilayah hukum Polda Metro Jaya tersebut terpantau sejak Maret 2020. Sejak awal pandemi Covid-19, Polda Metro Jaya telah menyelidiki sedikitnya 480 lebih penyebaran ujaran kebencian (hate speech) atau berita-berita bohong (hoaks) seputar Covid-19. "Beberapa di antaranya sudah diungkap," katanya.

Terkait narkoba, beberapa selebritas ditangkap akibat penyalahgunaan narkoba. Pada April 2020 sedikitnya ada tiga publik figur yang ditangkap, yakni Reza Alatas, Tio Pakusadewo dan pemain FTV Naufal Samudera.

Adapun di Mei 2020 ada Roy Kiyoshi terkait pemilikan psikotropika dan di awal Juni ini ada Dwi Sasono yang kedapatan mengonsumsi ganja.

Yusri mengatakan kejahatan lainnya yang meningkat selama pandemi Covid-19, yakni kejahatan jalanan (street crime). "Seperti kemarin kita ketahui bersama ada banyak kejahatan-kejahatan perampokan di beberapa minimarket," kata Yusri.

Ia menyebutkan selama pandemi Covid-19 terjadi perubahan pola pelaku pencurian dengan pemberatan yang menyasar minimarket. Biasanya kejahatan model ini menyasar rumah-rumah kosong. Namun selama pandemi Covid-19 di mana warga lebih banyak berada di rumah.

"Jadi berubah bukan di rumah lagi dia lakukan pencurian, karena sekarang masyarakat banyak di rumah, cari tempat yang kosong seperti di minimarket yang terjadi, kemudian kejahatan jalanan seperti begal," katanya.

Polda Metro Jaya telah melakukan penangkapan terhadap kasus kejahatan jalanan yakni pencurian di minimarket yang angkanya sebanyak 18 kasus.

Dari 18 kasus tersebut sebanyak 16 kasus telah berhasil diungkap selama pandemi Covid-19 oleh Polda Metro Jaya.

"Kita berhasil mengungkap karena memang Polda Metro Jaya membentuk Satgas khusus penanganan untuk kejahatan jalanan dan premanisme dan ini berjalan terus sampai sekarang," ujarnya.

AYO BACA : Dwi Sasono: Saya Ketergantungan, (tapi) Saya Bukan Orang Jahat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar